03 October 2019, 23:40 WIB

Sisi Lain Rektor IPB University, Ciptakan 40 Lagu & 2 Album


Dede Susianti | Humaniora

MI/Dede Susianti
 MI/Dede Susianti
Rektor IPB University saat menyanyi di ajang Dies Natalis ke-56 IPB University

REKTOR IPB University Arif Satria, ternyata bukan hanya dikenal sebagai rektor muda yang kekinian dan berpengaruh di bidang akademik. Pria kelahiran Pekalongan pada 17 September 1971 itu ternyata memiliki sisi lain yang menginspirasi.

Arif yang membawa IPB University ke jajaran perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan dunia ini, ternyata piawai bermain gitar dan menyanyi. Dia juga mahir menciptakan lagu. Bahkan kini Arif pun sudah memiliki dua album lagu.

"Saya suka menyanyi. Saya sudah punya dua album. Sudah ada di Joox, di Spotify, di iTune. Silahkan dicek, album saya sejak 2011. Sampai sekarang masih banyak lagu-lagu yang belum saya rekam," ungkapnya saat berbincang dengan Media Indonesia, di sela acara wisuda di Grha Widya Wisuda (GWW), Kampus Dramaga, beberapa waktu lalu.

Selain dinyanyikan sendiri, lagu-lagu ciptaannya juga dinyanyikan penyanyi lawas Indonesia. Sebut saja Memes isteri dari komposer ternama Adie MS, yang terkenal pada 1990-an dengan lagu "Terlanjur Sayang" dan "Miliki Diriku". Ada juga penyanyi Rida, salah satu personel dari trio RSD (Rida Sita Dewi).

Dia menyebut, hingga saat ini sudah 40 lagu yang dia ciptakan. 16 lagu diantaranya sudah dibuat album (dua album) dan dikomersialkan. Album perdananya bertitel Harmoni Kemenangan ternyata sudah keluar sejak 2011.

Baca juga : 56 Tahun IPB University, Tak Lelah Ukir Prestasi

"Di album itu lagu Ku Bersimpuh dinyanyikan penyanyi lawas senior Mba Memes dan ada juga Mba Rida," kata Arif yang semasa kecil pernah bercita-cita menjadi ahli kimia.

Kemudian album kedua dibuat berupa album kolaborasi. Di album itu, Arif mempersembahkannya untuk mahasiswa dan orang-orang yang ada di lingkungannya sebagai tanda apresiasi.

"Kedua, album kolaborasi. Itu saya menampilkan para mahasiswa yang berprestasi di IPB yang juara-juara menyanyi. Saya buatkan lagu dan saya buatkan album," terangnya.

Untuk isi cerita, lirik dari lagu-lagunya itu beragam. Meski lebih ke anak muda atau tentang pemuda, ada juga tentang kisah cinta. Bahkan ada beberapa lagu romantis yang didedikasikannya dan terinspirasi dari istri dan anaknya.

"Ada lagu saya buat khusus untuk istri saya di ulang tahun pernikahan. Kalau inspirasi buat lagu di pesawat. Saat terbang, saat nganggur saya bikin lagu," Katanya.

Lirik-lirik lagu goresan sang rektor itu sarat makna, penuh keromantisan, baik untuk anak, istri, Tuhan sang pencipta. Semuanya seolah suara dari hati, sangat menginspirasi dan memberikan sentuhan.
Contohnya lagu yang dibawakan Memes yang judulnya Ku Bersimpuh. Itu lebih kepada permohonan kepada yang kuasa.

Kemudian lagu yang dinyanyikan Rida yang judulnya Sweety. Lagu itu rupanya hadiah untuk ulang tahun anak keduanya Sweetyandari Nidya Areefa, yang berkebutuhan khusus. Bait per bait begitu dalam maknanya. Liriknya apik, indah dan menjadi sangat menyentuh dengan kelembutan dan kemerduan suara Rida.

Begini liriknya;

Sweety telah lama kunanti
Bersemi di taman ini
Menjadi bunga kehidupanku

Semakin indah dan berseri
Kuingin selalu kau putih mekar mewangi
Menghiasi semesta ini

Sweety, pesona matamu bercahaya, sebening kilau cahaya purnama
Terimakasih Tuhan, kau titipkan rembulan ini tuk kujaga, kubesarkan dengan cinta

Kudoakan kau mampu semaikan kasih sayangmu pada kehidupan
Kudoakan kau mampu sirami semesta ini dengan kedamaian
Kudoakan kau mempelangikan dunia, cerah bercahaya

Tuhan terimakasih kami
Tuhan tegarkan hati untuk mendidik dan membesarkannya hingga ia jadi tumbuh dewasa
Semoga Sweety selalu mulia bahagia dalam lindunganmu Tuhan

Saat ini, Arif menyebut dirinya tengah mempersiapkan pembuatan soundtrack film yang akan diproduksi.

Adapun karya terbarunya adalah sebuah lagu yang khusus didedikasikan untuk kampus yang dipimpinnya. Judulnya adalah Kampus Terbaik, diciptakan sebelum 1 September yang merupakan Dies Natalis IPB University.

Baca juga : Kahiyang Ayu Raih Gelar M.M dengan Predikat Cum Laude

Saat itu dia tampil menunjukkan suara emas dan merdunya di hadapan ribuan peserta wisuda. Menurutnya pesan paling efektif adalah melalui lagu. Makanga di setiap kesempatan, dirinya selalu bermain gitar dan bernyanyi.

"Lagu itu sebenarnya bukan sekedar lagu. Tapi pesan bagaimana mewujudkan IPB menjadi yang terbaik. Lagu itu saya ciptakan khusus Dies Natalis IPB ke-56. Pesan buat mahasiswa dan akademis IPB," pungkasnya.

Untuk IPB University di dies natalisnya itu, Arif tengah merancang program besar yakni menjadikan IPB kampus modern.

Dia melakukan transformasi menghadapi era disrupsi yang penuh dengan turbulensi dan ketidakpastian. Menciptakan ekosistem IPB yang kondusif bagi tumbuhnya kreativitas dan inovasi untuk menggerakan ekonomi rakyat dan memperkuat industri nasional.

Dia ingin IPB selalu menjadi trend setter keilmuan, inovasi, maupun penentu arah kebijakan strategis nasional. (OL-7)

BERITA TERKAIT