04 October 2019, 01:05 WIB

Jolene Marie Rotinsulu Bicara Generasi Hijau di Markas PBB


Indriyani Astuti | Humaniora

Dok. Instagram
 Dok. Instagram
Puteri Indonesia Lingkungan 2019, Jolene Marie Rotinsulu

PUTERI Indonesia Lingkungan 2019, Jolene Marie Rotinsulu, 23, menjadi salah satu pembicara dalam acara Global Landscape Forum (GLF) di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat (AS), 28 September 2019 lalu.

Lajang berdarah Manado-Amerika Serikat itu mewakili Indonesia dalam acara yang diselenggarakan United Nation Environment Programme (UNEP). Ia menyampaikan materi bertema Green earth with green generation, yang menekankan penghentian degradasi tanah dan air dengan tidak menggunakan plastik sekali pakai.

"Dalam satu dekade, kita akan dapat merestorasi bumi. Karena itu, kita fokus dalam penghijauan dengan generasi ramah lingkungan," tulisnya melalui akun instagram seusai menjadi pembicara dalam acara itu, Selasa (1/10).

Di depan para ahli lingkungan dari berbagai negara di dunia, perempuan kelahiran Amerika Serikat itu berhasil mendapatkan perhatian dan aplaus dari para peserta dengan penyampaian pidato yang lugas, menarik, dan dinamis sehingga para peserta turut menjadi bagian dari pidato tersebut.

Jolene menyampaikan betapa pentingnya peranan masyarakat, khususnya 'generasi hijau' yang terdiri atas kaum remaja atau milenial untuk turut andil bersama sama dalam menyelamatkan atau mengembalikan bumi yang dicintai.

"Saya berkeyakinan bahwa bumi hijau akan terwujud dengan adanya sebuah generasi. Generasi yang akan secara terus-menerus menjaga dan memelihara keberlangsungan bumi dengan menerapkan gaya hidup yang ramah lingkungan (green lifestyle) dengan tidak menggunakan plastik sekali pakai salah satunya," sebut Joline.

Ia pun mengingatkan dampak dari sampah plastik telah terjadi di depan mata dengan berbagai kerusakan dan kerugian, baik untuk bumi maupun makhluk hidup. "Tidak ada jalan lain, selain menyelamatkan dan mengembalikan kesehatan Bumi melalui kepedulian dan aksi nyata mulai sekarang juga," tegas perempuan berdarah Manado itu.

Untuk mendukung aksi itu, Jolene telah membuat kampanye dengan tagline Green earth with green generation melalui berbagai kegiatan, seperti edukasi, sosialisasi, kampanye, dan aksi nyata.

Seleksi ketat

Puteri Indonesia Sulawesi Utara 2019 itu terbang dari Indonesia menuju New York pada 23 September 2019. Jolene berhasil menjadi salah satu pembicara di Global Landscape Forum (GLF) melalui proses yang cukup panjang. Awalnya dia diajukan salah satu organisasi lingkungan Indonesia ke forum international tersebut.

Setelah melalui seleksi administratif yang cukup ketat, Jolene berhasil mengikuti proses selanjutnya, yaitu wawancara serta pemaparan konsep atas aktivitasnya terhadap lingkungan. Tahap terakhir ialah mengikuti forum pemaparan ahli lingkungan di Center for International Forestry Research (Cifor) Bogor, Jawa Barat.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Mustika Ratu, Yayasan Puteri Indonesia, yang telah memberikan kesempatan dan dukungan kepada saya," kata Jolene yang bersiap mewakili Indonesia di ajang Miss International 2019 di Tokyo, Jepang, November mendatang.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia, Putri Kus Wisnu Wardani, mengatakan pihaknya bangga dapat mengirimkan Puteri Indonesia Lingkungan 2019 untuk berbicara di forum internasional. Menurutnya, itu menunjukkan betapa Puteri Indonesia telah mendapatkan tempat, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Selain isu lingkungan, Joline juga aktif dalam kegiatan sosial. Dikutip dari laman resmi Puteri Indonesia, pascaketerlibatannya dalam Asian Para Games 2018, Joline berkomitmen untuk membantu penyandang disabilitas yang dimulainya di Sulawesi Utara dengan mengampanyekan 'Saya Bisa!'.

Selain itu, Jolene juga menjadi donatur tetap di Yayasan Nisnde Papua di Kabupaten Nduga Provinsi Papua, sebuah yayasan yang bergerak di bidang edukasi anak dan dewasa yang mengajar bahasa Inggris dan wawasan umum. Kegiatan itu diharapkan mampu mendukung dan membentuk kesamarataan pendidikan di Indonesia. (Ant/H-2)

BERITA TERKAIT