03 October 2019, 18:50 WIB

PDIP: Cawagub Harus Berani Buat Terobosan Kebijakan


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

MI/Pius Erlangga
 MI/Pius Erlangga
Anggota DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi MArsudi

WAKIL Gubernur DKI Jakarta yang akan menggantikan Sandiaga Uno di sisa periode 2017-2021 harus mampu memahami permaslahan di Jakrata.

Politikus PDIP di DPRD DKi Jakarta Prasetyo edi Marsudi menegaskan, tidak hanya sekadar diperlukan orang yang berpengalaman, tetapi sosok cawagub harus berani membuat terobosan-terobosan untuk menangani masalah-masalah di Jakarta.

"Masalah Jakarta kan masalahnya 'complicated' sekali. Sekarang kita melihat ada beberapa tempat yang sudah baik, lalu ada masalah baru. Jadi pemimpin itu jangan hanya 'safety' saja, tapi berani melakukan terobosan-terobosan," ungkapnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (3/10).

Ia mencontohkan masalah kemacetan yang belum terselesaikan hingga kini. Juga masih ada masalah permukiman padat dan kumuh yang masih banyak tersebar di Jakarta.

"Karena kota ini metropolitan yang kita harus tegaskan kota ini jadi layak. Ya harus berani," tegas Prasetyo yang diajukan menjadi ketua DPRD DKI itu.

Baca juga : PKS Tunggu Sikap Syaikhu Terkait Cawagub Jakarta

Prasestyo pun berjanji pihaknya akan menjadikan proses pemilihan wagub sebagai prioritas kerja setelah nantinya dilantik menjadi ketua DPRD DKI.

Namun, pihaknya tetap menyerahkan kesepakatan pencalonan wagub kepada dua partai pengusung yakni Gerindra dan PKS.

Sebab, saat ini salah satu cawagub yakni Ahmad Syaikhu juga terpilih sebagai anggota DPR RI 2019-2024. PKS pun harus memperjelas posisi Syaikhu untuk tetap menjadi cawagub atau mundur dari cawagub dan tetap di DPR RI.

"Saya kan tergantung mereka, mereka maunya gimana. Ya memang semua tanggung jawab ada di DPRD kan. Ya lihat saja," ungkapnya.

Sebelumnya, sudah ada dua nama cawagub DKI yang berasal dari PKS yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.

Mereka lolos dari tes kepatutan dan kelayakan yang dilakukan PKS dan Partai Gerindra pada Februari lalu untuk berkompetisi meraih suara terbanyak dalam pemilihan wagub di DPRD DKI Jakarta sesuai UU No 10/2016 tentang Pilkada.

Namun kemudian, timbul polemik karena Syaikhu yang telah dilantik menjadi anggota DPR RI belum mengundurkan diri dari proses cawagub.(OL-7)

BERITA TERKAIT