03 October 2019, 17:37 WIB

Polisi Amankan 1.489 Orang Selama 24-30 September


Tri Subarkah | Megapolitan

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
 ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Sejumlah pelajar diamankan saat akan melakukan aksi demonstrasi.

PIHAK kepolisian menyebut sebanyak 1.489 orang ditangkap karena diduga berbuat rusuh saat aksi unjuk rasa pada tanggal 24-30 September 2019.

Mereka diamankan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, dan jajaran polres lainnya.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Pol. Asep Adi Saputra menjelaskan 380 diantaranya ditetapkan sebagai tersangka. "Dari hasil pemeriksaan keseluruhan, yang memenuhi unsur tersangka 380 orang," ujar Asep di Markas Besar Polri, Kamis (3/10).

Unsur-unsur yang ditetapkan kepada 380 orang sebagai tersangka, lanjut Asep, antara lain karena terlibat dan berada di tempat kejadian perkara aksi kerusuhan. Selain itu, mereka juga melakukan aksi pelemparan terhadap petugas kepolisian.

"Ada yang mengambil video-video secara amatir, lalu kemudian dicreate dan disebarkan. Sehingga itu menimbulkan berita-berita yang sifatnya hoax. Kemudian ada yang membawa bom molotov dan merusak pospol lalu lintas. Dan juga terdapat dua orang yang membawa senjata tajam," papar Asep.

Asep menyebut sampai hari ini masih ada 179 orang yang ditahan. "Rinciannya ada dua oknum mahasiswa, ada dua oknum pelajar dan yang preman atau yang tidak bekerja ini ada 175 orang. Ini lah data terakhir." (OL-4)

BERITA TERKAIT