03 October 2019, 16:36 WIB

BPS Gandeng Kementan soal Satu Data Pangan


M. Ilham Ramadhan Avisena | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra
 ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra
Gudang Bulog Bondansari Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

KEPALA Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto mengungkapkan, pihaknya sudah menggunakan data satu pangan guna menghindari kesemerawutan data pangan yang terjadi.

Selama ini kementerian dan lembaga kerap memiliki data pangan berbeda hingga akhirnya berujung pada tidak sinkronnya data soal pangan.

"Sudah digunakan, sudah dirilis bersama pak Wapres Oktober tahun lalu (2018), bahwa untuk data padi, semuanya harus mengacu pada kerangka sampel area," ujar Suhariyanto saat ditemui di Jakarta, Kamis (3/10).

Dalam penggunaan satu data pangan itu, BPS juga melakukan kerja sama dengan BIG, LAPAN, BNPT dan Kementerian ATR/BPN. Saat ini BPS juga menggandeng kementerian pertanian untuk bekerja sama dalam penggunaan satu data pangan.

Suhariyanto mengatakan, BPS akan segera merilis data pangan pada November mendatang. "Nanti bulan depan akan kita rilis yang tahun 2019," terangnya.

Baca juga: Kemarau Panjang Mulai Ganggu Keamanan Pangan

Suhariyanto mengatakan, data pangan yang digunakan terjaga keauratannya. Sebab, pengambilannya dilakukan dengan metode yang tidak mengada-ada.

Salah satu pengambilan sampelnya yakni digunakan dengan memotret.

"Kalau foto itu kan tidak bisa dibohongi, lokasi dimana, sudah ada titik kordinatnya bulan apa, tanggal, itu sudah ada. Kita pun ketika minta petugas datang ke sana, koordinatnya sudah kita kunci. Artinya kalau dia tidak datang ke lokasi, ya tidak bisa," tukasnya.

Satu data pangan diharapkan mampu menyelaraskan data komoditas pangan antara satu institusi dengan institusi lainnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT