03 October 2019, 16:00 WIB

Rawan Ambruk, SDN III Gudangkahuripan Pinjam Bangunan


Depi Gunawan | Nusantara

MI/Depi Gunawan
 MI/Depi Gunawan
Siswa SDN III Gudangkahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, sedang melihat bangunan sekolahnya yang rusak dan rawan ambruk.

KEGIATAN belajar mengajar siswa SDN III Gudangkahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat sedikit terhambat lantaran ruang kelasnya tidak bisa digunakan.

Terdapat lebih dari 120 siswa dari kelas I hingga kelas VI harus menjalani kegiatan belajar di luar ruang kelasnya akibat bangunan sekolah mereka rusak dan rawan ambruk.

Kepala SDN III Gudangkahuripan, Dindin Tajudin, menyebutkan, aktivitas belajar siswa sudah dipindah sejak hari Senin (30/9) lalu karena beberapa bangunan kelas sudah mengalami retak dan membahayakan nyawa siswa.

"Ada dua ruang kelas yang kondisinya rusak berat, ditambah Rabu (3/10) sore salah satu ruangan ambruk. Untungnya anak-anak sudah tidak menempati ruang kelasnya, dan waktu itu kegiatan di sekolah sudah bubar," katanya, Kamis (3/10).

Untuk menghindari kejadian susulan, pihaknya meminjam kelas di SDN II Gudangkahuripan yang masih berada di satu lingkungan sekolah. Bahkan, karena jumlah siswanya cukup banyak, siswa kelas VI terpaksa harus belajar di ruang kepala sekolah.

"Kondisi bangunan sudah tua, lapuk. Karena sejak dibangun tahun 1965, bangunan sekolah belum pernah direhab, hanya bagian genting dan lantai saja yang diperbaiki, tapi itu pun tahun 2005 lalu," bebernya.

Baca juga: Dana BOS Telat, Sekolah Terpaksa Ngutang

Dindin mengaku, sebelum kejadian ini, pihaknya sudah menyampaikan permohonan kepada Dinas Pendidikan agar bangunan SDN III Gudangkahuripan direhabilitasi namun belum pernah direspon.

"Sebelum direhab total, kami masih akan meminjam ruang kelas di sekolah sebelah walaupun siswa harus masuk siang," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Bandung Barat, Imam Santoso, menyatakan, pihaknya akan mengupayakan secepatnya perbaikan ruang kelas SDN III Gudangkahuripan yang mengalami rusak.

"Saya sudah mengutus Kabid SD untuk memeriksa kondisi kelas yang terancam ambruk. Yang penting anak-anak bisa belajar dengan aman," kata Imam.

Sementara itu, agar tak ada siswa yang mendekati ruang kelas yang ambruk, pihak sekolah sudah memasang batas penanda menggunakan bambu dan tali plastik atau rafia.(OL-5)

 

BERITA TERKAIT