03 October 2019, 15:35 WIB

Presiden: Fondasi Pembangunan sudah Diletakkan


Nur Aivanni | Ekonomi

Antara/MOHAMMAD AYUDHA
 Antara/MOHAMMAD AYUDHA
Joko Widodo

PADA penghujung periode pertama pemerintahannya, Presiden Joko Widodo mengakui masih ada pekerjaan rumah yang masih belum bisa diselesaikan.

"Kita lihat Alhamdulilah dalam 5 tahun ini telah banyak yang kita kerjakan dengan berbagai keterbatasan yang ada dan juga masih banyak, masih ada pekerjaan rumah yang belum bisa kita selesaikan," kata Jokowi dalam sidang kabinet paripurna terakhir yang membahas mengenai evaluasi pelaksanaan RPJMN 2014-2019 dan persiapan implementasi APBN Tahun 2020, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (3/10).

 

Baca juga: Enggar Sebut Ada Potensi Kebocoran Impor Tekstil


Selama lima tahun ini, ia menuturkan bahwa pemerintah telah menyusun sebuah fondasi bagi arah pembangunan nasional agar lebih tangguh, produktif dan merata. Tak hanya itu, reformasi di bidang fiskal yang semakin sehat dan mandiri juga telah dilakukan.

"Kita juga telah meletakkan fondasi bagi pembangunan Indonesia sentris bukan Jawa sentris dalam melakukan percepatan pembangunan di bidang infrastruktur. Kita juga telah memulai reformasi struktural tapi memang belum besar-besaran," ujarnya.

Untuk reformasi struktural tersebut, Jokowi berharap itu bisa dilakukan secara besar-besaran di lima tahun mendatang. Hal itu perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan daya saing, memangkas aturan dan prosedur yang menghambat dan berbelit-belit.

Lebih lanjut, sambungnya, reformasi di bidang program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan terutama pada masyarakat 40% terbawah juga telah dilakukan. "Kita melihat dalam 5 tahun ini penguatan di bidang monitoring, bidang pengendalian eksekusinya di lapangan kita juga lakukan dengan baik dalam perencanaan, implementasi, eksekusi, saya melihat banyak hal yang telah berjalan. Karena itu, dalam proses eksekusi efektivitas proses delivery harus menjadi penekanan dalam rancangan RPJMN 2020-2024," tuturnya.

Terkait persiapan implementasi APBN 2020, mantan Wali Kota Solo itu mengatakan bahwa pemerintah akan memfokuskan pada pembangunan sumber daya manusia secara besar-besatan tanpa meninggalkan pembangunan infrastruktur yang telah dimulai sejak lima tahun yang lalu.

"Saya minta reformasi pemerataan kualitas pendidikan yang menjadi fondasinya sudah disusun lima tahun ini bisa kita lanjutkan dan juga program pelatihan kewirausahaan, entrepreneurship yang dimiliki masing-masing kementerian dan lembaga bisa disinergikan," tuturnya.

Sementara itu, mengenai peningkatan ekspor dan investasi, Presiden berharap itu bisa diselesaikan pada pekan depan. "Saya kira sudah kita mulai rapatkan dalam beberapa minggu ini. Kita harapkan nanti bisa kita selesaikan minggu depan sehingga betul-betul apa yang telah kita kerjakan menghasilkan bagi bangsa dan negara," tandasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT