03 October 2019, 15:30 WIB

Gagal Panen Akibat Kekeringan, Petani Kupang Pasrah


Palce Amalo | Nusantara

MI/Palce Amalo
 MI/Palce Amalo
Petani melintas di areal persawahan di Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (3/10).

SELUAS 70 hektare tanaman padi di Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang  Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), gagal panen karena kurangnya pasokan air.

Kondisi itu terjadi setelah pasokan air dari Bendungan Tilong di Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Timur, ditutup lantaran kekeringan membuat volume air bendungan turun di bawah batas normal.

Sesuai pantauan Media Indonesia, Kamis (3/10), di persawahan tersebut, tanah sawah terlihat mulai retak-retak dan daun tanaman mulai mengering.

"Kami khawatir areal tanaman padi yang kekeringan meluas karena kekeringan masih panjang, tapi mau bilang apa lagi," kata petani setempat Ot Bessie.

Menurutnya, tanaman padi yang mengalami kekeringan tidak dapat diselamatkan lagi karena tidak mungkin ada pasokan air ke persawahan.

Baca juga: Kekeringan, PDAM Kota Kupang Ubah Pola Distribusi Air

Satu-satunya sumber air yang bisa dimanfaatkan untuk menyelamatkan tanaman padi dari sumur bor. Hanya saja petani butuh pompa untuk mengalirkan air dari sumur ke persawahan.

"Jika ada pompa, bisa dipakai mengeluarkan air dari dalam tanah untuk dialirkan ke sawah," ujarnya.

Petani lainnya Yared Dethan mengatakan pejabat dari Kabupaten Kupang sudah turun ke sawah untuk melihat dari dekat kondisi tamanan padi petani akhir Agustus lalu.

Dalam pertemuan bersama petani, solusi yang ditawarkan ialah pemerintah Kabupaten Kupang bersama Balai Sungai Nusa Tenggara II membuat sumur bor di sejumlah titik di dekat persawahan.

Kekeringan yang melanda areal persawahan itu terakhir pada 2016. Namun, menurut Dethan, kekeringan tahun ini lebih parah jika dibandingkan kekeringan tiga tahun lalu.

"Beberapa petani yang sawahnya kekeringan juga sudah diwanti-wanti jangan tanam padi, tetapi mereka tetap tanam, sekarang sama-sama gagal panen," ujarnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT