03 October 2019, 13:45 WIB

100 Film Anak Bangsa Bakal Tayang di Gudfest 2019


Fetry Wuryasti | Weekend

Instagram @ichwanpersada
 Instagram @ichwanpersada
Ajang GudFest 2019 untuk kali pertama akan menggelar GudMuvie yang berisi lomba film Indonesia, berikut penayangan 100 film terpilih.

MESKI sudah semakin diminati penonton, film-film anak bangsa masih belum menyaingi pasar film barat khususnya Hollywood. Untuk lebih banyak menarik perhatian publik akan film Indonesia, GudMuvie yang merupakan bagian dari GudFest 2019 akan menayangkan 100 film pendek dari 800 film karya anak Indonesia yang akan dilombakan di ajang tersebut.

Selama dua hari yaitu 2-3 November 2019 di Helipad Parking Ground Gelora Bung Karno, Jakarta. GudFest yang merupakan acara lintas seni yang melibatkan musik, film, mural dan lainnya beserta para insan kreator akan menyajikan tidak hanya penampilan, melainkan juga workshop pembuatan film untuk mengasah talenta anak muda.

"Hingga 20 Oktober, para anak muda, generasi milenial diajak untuk mendaftarkan dan mensubmit karya film pendek fiksi mereka, dengan genre bebas, tentang segala hal yang baik, durasi 8-12 menit. Batas tahun pembuatan film pun terbuka 2015 hingga kini," jelas Maruli Avemedia, CEO Gud Live, saat kunjungan ke Media Indonesia, Jakarta, Senin (30/9).

Para calon sineas muda itu juga akan diberi pelatihan produksi film secara profesional bersama para ahli, seperti sutradara, produser, juru kamera. Dalam pelatihan itu, mereka juga akan disediakan alat-alat yang menjadi standar pembuatan film.

Maruli menjelaskan penilaian yang dibuat GudMuvie akan lebih berfokus kepada ide cerita dibanding teknik pengambilan gambar dan kontrol kualitas. Para pemenang bisa membawa pulang total Rp 100 juta rupiah.

Ichwan Persada, pendiri komunitas Forum Film Indonesia, sutradara, sekaligus partner program GudMuvie mengungkapkan jika ajang lomba dan pelatihan itu diharapkan bisa menjadi modal bagi produktivitas industri film tanah air.
"Kami ingin membuat pembuat film yang banyak dari mereka milenial ini melihat menyadari bahwa gagasan dari idealisme itu memiliki nilai yang bisa dilihat oleh industri. Pada akhirnya film akan bisa dimonetisasi seperti beberapa film pendek yang membungkus sebuah iklan brand beberapa produk," tuturnya.

Para penonton yang hadir pada November mendatang juga akan bisa menikmati film pendek hasil lomba dsri sineas muda tersebut dengan konsep cinema box. Layar LED akan dipasang sementara penonton bisa santai di area menonton yang dilengkapi banyak bean bag, serta menikmati konser artis Korea iKon. (M-1)

BERITA TERKAIT