03 October 2019, 13:39 WIB

Muncar Bebas Sampah Pada 2021


Usman Afandi | Nusantara

Antara
 Antara
Pengelolaan sampah dilakuikan oleh BumDes Tembokrejo, Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur 

PEMKAB Banyuwangi, Jawa Timur bekerja sama dengan pemerintah Norwegia, Institut Bisnis Borealis dari Australia yang tergabung dalam PT Systemiq Lestari Indonesia melakukan pendampingan dalam pengolahan sampah di wilayah itu.  

Desa Tembokrejo Kecamatan Muncar,  Banyuwangi, merupakan lokasi yang dipilih oleh Pemkab dan Systemiq sebagai proyek pilot dalam penanganan dan pengolahan sampah di Banyuwangi, Selain itu, di antara 10 desa yang ada di wilayah Muncar, Desa Tembokrejo juga sudah tersedia tempat pengelolaan sampah sementara (TPST) yang dikelola secara mandiri melalui badan usaha milik Desa (BumDes).

Menurut Communty Development Systemiq (CDS), Nur Anik, di Kecamatan Muncar, sampah yang dihasilkan setiap harinya mencapai 40 ton-48 ton per hari.

"Sebelum melaksanakan langsung pendampingan pengelolaan sampah, kami melakukan penelitian terlebih dahulu. Sampai akhirnya kami memilih Desa
Tembokrejo, " kata Anik kepada Media Indonesia, saat ditemui di kantornya, Kamis (03/10).

Anik menjelaskan, awalnya TPST Tembokrejo hanya bisa menjangkau 400 kepala keluarga. Kemudian setelah Systemiq melakukan pendampingan secara serius, sekarang ini ada sekitar 9 ribu lebih kepala keluarga  yang dijangkau untuk pengelolaan sampah di TPST tersebut. Pengelolaan sampah di Muncar menggunakan sistem ramah lingkungan. Sampah organik dan non organik diolah secara terpisah.

"Kami juga sudah menyiapkan lokasi pengelolaan sampah baru. Kali ini kami pilih Desa Sumbrayu. Kami akan membagi desa yang sudah ada TPST- nya untuk mendampingi desa yang belum ada TPST. Target kami 2021 Muncar bersih dari sampah," terang Anik.

Dengan progam STOP oleh Systemiq, ada beberapa titik fokus utama pada penanganan sampah di Muncar. Yaitu perubahan perilaku masyarakat dan pendampingan.

"Progam STOP ini, tidak semua bisnis tapi kita memperdayakan, seperti keuangan, regulasi, dan terakhir adalah government. Yaitu melakukan edukasi pemahaman pentingnya sampah. Kita mencoba untuk mengatasi sampah dari sumbernya," tambahnya.

Sejak didampingi Systemiq kurang lebih selama satu tahun, BumDes Tembokrejo makin sejahtera. BumDes Tembokrejo mampu menghasilkan puluhan juta dari hasil pengolahan sampah. Pada kesempatan berbeda, Asrokol warga Muncar mengungkapkan rasa syukur dengan adanya program pengolahan sampah tersebut. Kini masalah sampah sudah teratasi. Ia juga turut andil menjadi bagian dari TPST tersebut.

"Awalnya desa kami kotor. Sekarang desa kami mulai bersih karena warga sudah bisa mengelola sampah," kata Asrokol saat ditemui di TPST.

baca juga: Setiap Hari 5 Orang Bunuh Diri Di Indonesia

Sebelum ada progam pengolahan sampah dari Pemkab dan Systemiq, TPST yang dikelola oleh BumDes Tembokrejo hanya memiliki 14 pegawai. Saat ini sekitar 80 pegawai bekerja di TPST untuk menangani sampah di desa tersebut.

"Seperti memilah sampah satu bulan rata-rata kami dapat upah Rp1,3 juta." pungkasnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT