03 October 2019, 12:35 WIB

Mahasiswa Indonesia di AS Persembahkan Semi-Teatrikal 'Legenda'


mediaindonesia.com | Humaniora

Dok. Berklee Indonesian Community
 Dok. Berklee Indonesian Community
Konser semi-teatrikal bertajuk Legenda

SEBANYAK 800 penonton hadir pada konser semi-teatrikal bertajuk 'Legenda', Rabu (2/10), di Berklee Performance Center, Boston. Konser ini diselenggarakan oleh sekitar 30-an mahasiswa/mahasiswi Indonesia yang sedang mengemban ilmu di salah satu sekolah musik terbaik dunia, Berklee College of Music. Konser diadakan bertepatan dengan Hari Batik Nasional dan diramaikan berbagai musisi serta seniman dari 15 negara.

Hadir pada acara ini Plt. Konsul Jenderal Republik Indonesia di New York Yohanes Jatmiko, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia dari Washington D.C Poppy Rufaidah, penulis lagu legendaris James F. Sundah dan penata musik kondang dari Indonesia Zeke Khaseli yang sengaja datang dari New York.

Konser dibuka oleh sambutan dari Presiden Berklee Indonesian Community (BIC) Bernard Jonathan dan Plt. Konsul Jenderal RI Yohanes Jatmiko. Keduanya menjelaskan secara singkat tujuan dari pagelaran ini, salah satunya untuk menyebarluaskan kebudayaan Indonesia di luar negeri melalui bidang seni musik dan batik.

Plt. Konsul Jenderal RI Yohanes Jatmiko sangat terkesan dengan penampilan Berklee Indonesian Ensemble (BIE).

“Saya sangat bangga menyaksikan adik-adik Berklee. Pagelaran ini tidak hanya berhasil menampilkan budaya Indonesia yang kaya, namun juga membuktikan bahwa kita memiliki bakat-bakat muda yang cemerlang dan luar biasa. Ini jelas bentuk diplomasi kebuayaan yang luar biasa. Selamat!," ujar Yohanes melalui keterangan resmi yang diterima, Kamis (3/10).

Baca juga: Mahasiswa Indonesia di Rusia Gelar Kompetisi Olahraga Antar Mahasiswa ASEAN

Bernard, yang juga merangkap Music Director dan penggagas acara Indonesian Cultural Night (ICN) sekaligus pendiri BIE menjelaskan, Legenda menampilkan enam cerita rakyat yang berasal dari enam daerah berbeda. Yang unik, setiap musisi yang tampil pada acara ini menggunakan busana khas Indonesia.

"Kami selalu percaya bahwa seni musik bisa menjadi roda penggerak persatuan yang mendukung perdamaian,” kata Bernard.

Legenda mengambil konsep semi-teatrikal yang menampilkan enam cerita rakyat dari seluruh penjuru Indonesia. Urutan lagu sepanjang acara dari awal sampai akhir adalah sebagai berikut: Telaga Biru dari Maluku Utara (komposisi Ruth Felicia Christina), Ramayana dari Jawa (komposisi Timotius Simanjuntak), Bawang Merah Bawang Putih (komposisi Eunike Tanzil), Cendrawasih dari Papua Barat (komposisi Peter Jonatan), Telaga Tiga Warna dari Nusa Tenggara Timur (komposisi Aubrey Situmorang), dan Malin Kundang dari Sumatera Barat (komposisi Bernard Jonathan).

Untuk menjelaskan cerita rakyat tersebut bagi para penonton lokal, sebelum dimulainya setiap komposisi, BIE juga memutar sebuah cuplikan pendek dalam Bahasa Inggris yang menceritakan latar belakang setiap dongeng tersebut. Konsep semi-teatrikal ini juga dilengkapi dengan unsur visual dalam bentuk tari-tarian oleh Nusantara Kreasindo.

James F. Sundah, musisi legendaris Indonesia, yang sengaja hadir dari New York mengatakan pergelaran ini luar biasa.

"Saya berharap pentas kebudayaan seperti ini mampu menginspirasi kita semua agar bisa lebih menghargai perbedaan dan menjadi kekuatan dalam Persatuan Indonesia,” ungkap James.

Adapun para musisi yang terlibat pada acara ini adalah sebagai berikut:

Music Director Bernard Jonathan, Komposer Ruth Felicia Christina, Bernard Jonathan, Timotius Simanjuntak, Peter Jonatan, Aubrey Situmorang, Eunike Tanzil. Vokal diisi oleh Anastasya Poetri, Marclesia Karim dan Christopher Jimmy Lim. Pemain Saksofon Timotius Simanjuntak, pemain Biola Sharon Stephania, pemain Gitar Elektrik Kinski Tarlazzi. Lalu pemain Piano Bernard Jonathan, Eunike Tanzil, dan Ruth Felicia. Keyboard dimainikan oleh Farhan Sarasin dan Tasya Rifalia, Bass Elektrik oleh Aubrey Situmorang, Perkusi dimainkan Juan Pablo Tello, pemain Drum Carles Pereira JR and Cristian Tamblay. Juga Penari dari Nusantara Kreasindo dan Boston Cendrawasih

“Berklee Indonesian Community juga ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendukung acara: KBRI Washington DC, KJRI New York, Permias Massachusetts, Amerika Bersatu, Indonesian Community Connect, Indonesian Community of New England, Nusantara Kreasindo, dan secara khusus James F. Sundah, Zeke Khaseli, Wendi Putranto, Artine Utomo, Michael Tjandra, Abdul Rosyid, dan Naratama Rukmananda, selaku orang orang yang telah memberikan dukungan khusus dalam penyelenggaraan Indonesian Cultural Night: LEGENDA. Saya yakin ini adalah sebuah titik awal bagi kebangkitan musik Indonesia di luar negeri,” pungkas Bernard.(RO/OL-5)

 

 

BERITA TERKAIT