03 October 2019, 11:27 WIB

Perpanjang Masa Tanggap Darurat Kekeringan, APBD Sikka Tergerus


Alexander P Taum | Nusantara

MI/Alexander P Taum
 MI/Alexander P Taum
Penyaluran bantuan air bersih di Kabupaten Sikka

KEKERINGAN belum juga usai. Pemerintah Kabupaten Sikka sudah menggelontorkan dana sebesar Rp174 juta dari APBD dalam masa tanggap darurat kekeringan sejak April hingga September. Kini, Pemkab akan kembali mengeluarkan dana dari APBD untuk perpanjangan masa tanggap darurat kekeringan.

Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, memperpanjang masa tanggap darurat kekeringan. Melalui BPBD setempat, Pemkab Sikka menggelontorkan anggaran tambahan guna menanggulangi kekurangan air bersih hingga 3 bulan ke depan. Perpanjangan masa tanggap darurat kekeringan itu terhitung sejak bulan September hingga akhir November 2019.

Perpanjangan masa penanggulangan penanganan darurat kekeringan ini menyusul kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Sikka, sejak April sampai Oktober 2019.

Baca juga: Kebakaran Kembali Landa Hutan Lindung Egon Ili Medo di Sikka

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka menyebut kemarau panjang ini mengurangi debit air di semua mata air yang ada di wilayah Kabupaten Sikka.

"Dana yang digunakan pada masa tanggap darurat tahap pertama Rp174.000.000 dan tahap kedua juga diajukan dengan nilai yang sama menggunakan dana tanggap darurat. Sedangkan untuk tahap perpanjangan masa tanggap darurat ini, masih dalam proses administrasi," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sikka, Muhamad Daeng Bakir, Kamis (3/10).

Kepala BPBD Kabupaten Sikka Muhamad Daeng Bakir menjelaskan berdasarkan laporan BMKG, musim kemarau akan berakir sampai akhir November 2019. Sedangkan musim penghujan terjadi pada awal Desember 2019.

"BPBD Kabupaten Sikka sudah membuat telaahan kepada Bupati Sikka untuk memperpanjang masa penanganan darurat kekeringan. Bupati Sikka telah menyetujui masa perpanjangan penanggulangan darurat kekeringan, dan BPBD akan tetap mendroping air untuk masyarakat," bebernya.

Distribusi Bantuan Air Bersih Meski Tanpa Dukungan Dana

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sikka, Muhamad Daeng Bakir, menjelaskan pada perpanjangan masa tanggap darurat ini, pihaknya menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan yang tersebar di 46 dari total 147 desa di Kabupaten Sikka, walaupun belum didukung pendanaan yang memadai.

"Untuk kebutuhan dana dalam perpanjangan masa tanggap darurat ini sudah diajukan, mudah-mudahan proses administrasi keuangan bisa selesai. Tapi, saat penyaluran air bersih tetap dilaksanakan secara maksimal berdasarkan laporan masyarakat," jelasnya.

Pada masa tanggap darurat kekeringan bulan April hingga September, BPBD Kabupaten Sikka sudah melayani 354 tangki air bersih ke 35 desa di 13 kecamatan yang terdampak kekeringan terparah. Hingga akhir masa tanggap darurat kekeringan September 2019, BPBD Sikka telah menyalurkan air bersih kepada 5.123 kepala keluarga.

"Pada perpanjangan masa tanggap darurat selama 3 bulan ke depan, pemerintah akan mendistribusi air bersih ke 15 dari 21 kecamatan dan 46 dari total 147 desa di Kabupaten Sikka. Distribusi akan dilaksanakan pada bulan Oktober sampai masuk musim penghujan," ujarnya.

Pihaknya pun sudah mengajukan kebutuhan dana dalam perpanjangan masa tanggap darurat. Ia berharap proses administrasi keuangan bisa selesai. Meski begitu, penyaluran bantuan air bersih tetap dilaksanakan secara maksimal berdasarkan laporan masyarakat.(OL-5)

 

BERITA TERKAIT