03 October 2019, 11:15 WIB

Wali Kota Balikpapan Minta Rp50 Triliun Sebagai Kota Penyangga


Rudi Agung | Nusantara

MI/Pius Erlangga
 MI/Pius Erlangga
Pembangunan jalan Tol Samarinda-Balikpapan sebagai akses masuk ke ibu kota baru. 

KOTA Balikpapan sebagai pintu gerbang penyangga ibu kota baru meminta anggaran Rp 50 triliun, sebagai biaya pembangunan infrastruktur pendukung. Permintaan tersebut disampaikan Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi. Ia merinci kebutuhan anggaran itu untuk membangun infrastruktur. Di antaranya pembangunan kampus Institut Tekhnologi Kalimantan (ITK), Politekhnik Balikpapan (Poltekba) dan perpanjangan landasan pacu Bandara Internasional SAMS Sepinggan.

"Angka yang kita ajukan itu kira-kira hampir Rp50 triliun. Untuk beberapa proyek strategis nasional seperti ITK, Poltekba, dan Bandara Sepinggan," ujar Rizal.

Selain itu, pembangunan jalur dari Tol Balikpapan-Samarinda ke Bandara Sepinggan. Rizal mengatakan untuk ITK dan lainnya sudah menyiapkan lahan sekitar
140 hektare.

"Tersisa 160 hektare yang belum dibebaskan. Karena proyek startegis nasional,  pembebasan lahannya bisa ditunjang APBN," tutur Rizal.

Ia menyampaikan, sejumlah jalan di Balikpapan yang statusnya jalan negara, masih perlu perluasan dan pengembangan.

"Apalagi, selama ini kondisi jalan di dalam kota masih terlalu sempit karena jalan-jalan kita kan kecil."

Menurut Rizal, pengajuan Rp50 triliun itu tidak termasuk pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan yang menghubungkan kota ini dengan  Penajam Paser Utara.

"Kalau tol ini semua akan dibiayai pihak swasta," bebernya.

Rizal mengatakan, jika proyek-proyek itu tidak dikabulkan jadi proyek strategis nasional, maka ia meminta alokasi dana bagi hasil Kota Balikpapan dinaikkan.

baca juga: Sofyan Djalil Larang Ada Aktivitas di Pulau Balang

"Tapi Pemerintah pusat tetap harus membangun  infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukung pusat pemerintahan," ujarnya.

Ia mengaku telah mengusulkan pada Gubernur Kaltim Isran Noor ihwal lahan provinsi yang masih menganggur. Luasannya mencapai 170 hektare. Lahan ini nantinya bisa dioptimalkan untuk mengembangkan Kawasan Industri Kariangau. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT