03 October 2019, 10:35 WIB

OJK Fasilitasi Permodalan Pembatik


RO/E-2 | Ekonomi

ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/hp
 ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/hp
Presiden Joko Widodo, Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dan Ketua Yayasan Batik Indonesia (YBI) Jultin Ginandjar 

DALAM perayaan Hari Batik Nasional (HBN) 2019 yang digelar kemarin, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memfasilitasi penandatanganan nota kesepahaman antara Yayasan Batik Indonesia (YBI) dan Bank Wakaf Mikro (BWM) Bankwakaf Imam Syuhodo Sukoharjo serta BWM Almuna Berkah Mandiri Bantul.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan untuk membangun kerja sama pembinaan dan pengembangan masyarakat perajin batik sehingga menjadi bentuk sinergi pembiayaan dan pengembangan nasabah klaster batik binaan BWM.

"Melalui kerja sama ini diharapkan dapat memberikan insentif pendapatan bagi para perajin batik agar tetap dapat menjalankan usaha mikroproduktif dan turut melestarikan budaya membatik di Tanah Air, dengan membuka akses pembiayaan mikro yang murah melalui skema BWM," kata Wimboh.

Dalam kesempatan itu, Wimboh secara simbolis menyerahkan dana pembiayaan kepada tiga nasabah BWM, yaitu Suparmi, nasabah BWM Bankwakaf Imam Syuhodo Sukoharjo; Siti Yuringah, nasabah BWM Almuna Berkah Mandiri Bantul; dan Zuni Widiastuti, nasabah BWM Almuna Berkah Mandiri Bantul.

Nota kesepahaman tersebut mencakup pembinaan dan pemberdayaan masyarakat pembatik, penyaluran pembiayaan dari BWM kepada masyarakat pembatik di cakupan wilayah usaha BWM, serta penampungan, pemasaran, dan pendistribusian produk masyarakat pembatik nasabah binaan BWM.

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani Ketua Umum YBI, Jultin Ginandjar Kartasasmita, dengan Ketua Pengurus BWM Almuna Berkah Mandiri, Eni Kartika Sari, dan Ketua Pengurus BWM Bankwakaf Imam Syuhodo, Agus Susilo. (RO/E-2)

BERITA TERKAIT