03 October 2019, 09:25 WIB

Polri Bebaskan 44 Siswa yang Ditahan


Rif/Ins/X-6 | Megapolitan

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj
 ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj
Polisi Pulangkan Siswa yang Akan Ikut Unjuk Rasa  di Mapolres Jakarta Utara, Jakarta, Rabu (2/10/2019). 

POLRES Metro Jakarta Utara melepaskan 44 pelajar SMP dan SMA/SMK yang diamankan pada Selasa (1/10) untuk dikembalikan kepada orangtua masing-masing. Ke-44 pelajar itu diamankan saat hendak melakukan unjuk rasa di Gedung DPR/MPR.

Pelepasan para pelajar tersebut juga disaksikan pihak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) .

"Adik-adik ini kita amankan saat kami dapat informasi bahwa banyak anak yang terlihat seperti anak sekolah pada tergeletak tidur di trotoar depan kejari dan seputaran terminal, serta Stasiun Tanjung Priok. Atas laporan tersebut, kemudian anggota kami mengecek, dan karena mereka terlihat terlantar, kemudian diamankan ke polres untuk diberi makan, minum, dan perlindungan lainnya," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto, kemarin.

Ia mengatakan semula pihaknya mengamankan 64 anak pada Selasa (1/10). Namun, sebanyak 20 anak telah dijemput orangtua mereka pada malam harinya. Satu anak lainnya tengah diperiksa lebih lanjut karena dilaporkan positif saat melakukan tes urine.

"Mereka yang ada di sini baru dijemput oleh orangtuanya hari ini. Namun, ada pula yang sudah dijemput kemarin. Untuk anak yang tidak dijemput, kami akan antarkan ke polres domisili mereka," imbuhnya.

Ia pun meminta para orangtua untuk dapat selalu membimbing anak-anak dengan baik, juga dapat terus memantau anak-anak mereka agar terhindar dari ajakan-ajakan negatif yang disebarkan melalui media sosial ataupun aplikasi pesan singkat.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi mengatakan anak-anak tersebut dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Jangan kita salahkan mereka yang masih muda dengan semangat membara. Tapi jika ada oknum yang menggunakan mereka untuk memobilisasi sampai menyerang polisi, bahkan ada yang merusak, itu tidak bisa ditoleransi," jelas pria yang akrab dipanggil Kak Seto itu.

Dibina

Pada kesempatan berbeda, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya tidak akan menyuruh sekolah-sekolah di Jakarta untuk mengeluarkan pelajar yang ikut demonstrasi di depan Gedung DPR beberapa waktu lalu. Menurutnya, pemerintah wajib mendidik pelajar yang bermasalah.

"Kalau ada anak bermasalah, justru harus dididik lebih banyak, bukan malah diberhentikan dari pendidikan. Konsepnya salah kalau anak bermasalah lalu dikeluarkan," kata Anies di Jakarta, kemarin.

Para pelajar SMA/SMK yang ikut demonstrasi di depan Gedung DPR bentrok dengan aparat keamanan. Menurut Anies, pelajar yang ikut demonstrasi itu harus dibina kepala sekolah dan orangtua mereka.

Anggota KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti menyatakan pihaknya tidak setuju ihwal ancaman pencabutan kartu Jakarta pintar (KJP) bagi pelajar yang melakukan tindak kriminal saat demonstrasi beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengancam akan mencabut bantuan dana KJP bagi pelajar yang terlibat aksi kriminal dalam demonstrasi tersebut. (Rif/Ins/X-6)

BERITA TERKAIT