03 October 2019, 08:40 WIB

Perkecil Perbedaan Perbesar Persamaan


Golda Eksa | Politik dan Hukum

MI/ADAM DWI
 MI/ADAM DWI
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (kedua kiri) bersama tokoh lintas agama dan adat dari Aceh sampai Papua.

PANCASILA sebagai alat pemersatu bangsa sebaiknya terus disosialisasikan dalam berbagai bentuk dan nilai yang terkandung di dalamnya. Pancasila pun perlu diimplementasikan dalam kehidupan dengan segala perkembangan dan dinamika komunikasi di masyarakat. Demikian diungkapkan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di sela-sela acara Silaturahmi dan Dialog Kebangsaan Lintas Tokoh Agama dan Adat bertajuk Jaga Bhinneka Tunggal Ika, Siap Bela Negara, Indonesia Rumah Kita, di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, Indonesia sebagai negara kepulauan dengan keanekaragaman adat, budaya, tradisi serta agama, telah dipersatukan dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila serta semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Modalitas bangsa itu sedianya terus digelorakan, dijaga, dan dilestarikan melalui berbagai upaya dan sarana menuju Indonesia yang lebih maju, sejahtera, dan sentosa.

Pada kesempatan itu, Ryamizard mengajak seluruh elemen bangsa untuk merapatkan barisan dan memperkuat persatuan dalam berkompetisi dengan bangsa lain di dunia. "Karena itu, perkecil perbedaan dan perbesar persamaan," katanya.

Ia menegaskan, persatuan rakyat adalah sumber pertahanan terkuat. Pancasila sebagai alat pemersatu hendaknya dijadikan etos bangsa dan media untuk merajut kembali persatuan bangsa, mengeratkan hubungan antaragama dan antaretnik, di tengah gencarnya pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan ideologi bangsa.

Sementara itu, tokoh Papua Ramses Ohee menilai Pancasila telah mempersatukan Indonesia. Karena itu, dirinya berharap semua pihak bersedia menjaga Pancasila yang menjadi perekat persatuan dan pandangan hidup bangsa. "Kepada seluruh masyarakat Indonesia, hari ini Indonesia ditakuti dan disegani dunia karena Pancasila," kata Ramses.

Menurut dia, Papua ibarat perempuan cantik yang telah berkontribusi bagi Indonesia dan dunia. Insiden yang terjadi di Papua pun diakuinya timbul lantaran di sana belum terwujud keadilan melalui Pancasila. "Tapi hari ini tidak ada kesejahteraan. Karena itu, saya minta seluruh pejabat, menteri yang akan dilantik, tegakkanlah keadilan di Papua, maka Papua bagian dari NKRI harga mati," tegasnya. (Gol/P-4)

BERITA TERKAIT