03 October 2019, 03:20 WIB

Penghormatan untuk Ayah


(Riz/M-4) | Humaniora

MI/Adam Dwi
 MI/Adam Dwi
Arto Soebiantoro

ARTO sebelumnya dikenal dengan nama Arto Soebiantoro, tapi tiga bulan terakhir, dirinya mengubah nama panggungnya menjadi Arto Biantoro. Hal tersebut dilakukan guna mengenang sang ayah, Kris Biantoro, yang sudah meninggal.

"Ayah saya amat terkenal di zamannya dan bagi anak yang terlahir dari orangtua yang terkenal itu biasanya sifatnya ada dua; tengil atau pemalu banget. Dan saya mungkin tipe anak yang merasa berbeda dengan ayah karena beliau tidak pernah mendidik saya untuk menjadi seorang selebritas, tapi membebaskan kita untuk melakukan apa pun yang diinginkan sehingga saya menggunakan nama Soebiantoro karena nama ayah pun sebenarnya Soebiantoro, tapi nama bekennya Biantoro dan hal itu berlangsung sampai tiga bulan yang lalu," jelasnya.

Dengan penggantian namanya tersebut, Arto pun merasa dirinya lebih dimudahkan dalam berurusan karena orang lain jadi lebih mudah mengenalinya sebagai anak salah satu seniman Indonesia.

"Ternyata hal itu membuat saya jauh lebih mudah dalam berkomunikasi, apalagi kalau kita memiliki visi yang sama untuk Indonesia dengan pendekatan berbeda tentunya. Jadi, di situ saya melihat ada nama baik yang dimiliki mendiang ayah saya yang sebenarnya ada di dalam diri saya sendiri. Jadi, saya pikir karena ayah sudah meninggal, salah satu cara untuk menghormantinya dan membuat orang ingat tentangnya adalah menggunakan nama itu sekaligus juga menguatkan diri saya untuk hidup dalam prinsip-prinsip yang sama dengan ayah saya terhadap cara untuk membangun nasionalisme, kemudian saya rebranding diri saya menjadi Arto Biantoro," paparnya.

Tidak hanya itu, Arto pun mengaku sebagai orang yang bekerja memajukan brand-brand lokal Indonesia, dalam kehidupan pribadinya pun selalu mencoba mengimplementasikan penggunaan produk-produk buatan dalam negeri.

"Salah satu yang saya coba adalah walk the talk. Jadi, kalau saya bilang saya adalah seorang brand activist yang mendukung brand-brand lokal, saya sebisa mungkin gunakan bukan berarti saya anti brand-brand asing juga, tapi saya berusaha mengapresiasi brand-brand lokal lewat aksi nyata, misalnya, mem-posting, memakai, atau melakukan apa pun untuk mendukung brand-brand itu," ungkap pria lulusan California State University of Fresno tersebut.

Arto pun menekankan bahwa selama ini banyak orang yang salah kaprah mengenai brand lokal. Dirinya menjelaskan bahwa brand lokal artinya dimiliki warga negara Indonesia dan didaftarkan di Indonesia.

"Namanya bisa asing, seperti Hoka Hoka Bento, misalnya, namanya asing, tapi itu brand lokal. Jadi kadang-kadang ada brand lokal yang namanya bukan lokal dan itu sah-sah saja," pungkas pria yang hobi naik motor, bermain basket, dan membaca tersebut. (Riz/M-4)

BIODATA

Nama: Arto Biantoro (FX Ceasefiarto Soebiantoro)

Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 17 Juni 1973

Pendidikan

1. SMA Kolese Kanisius Jakarta

2. BA, Business Information System, California State University of Fresno

3. BFA, Advertising Design, Academy of Art, San Francisco, USA

Karier

1. Junior Art Director, DAE Advertising, San Francisco, CA, USA (1996-1997)

2. Web Marketing Manager, California Pacific Lab, Novato, USA (1997-1998)

3. Art Director,Teamworkcommunication, San Francisco, CA, USA (1998-1999)

4. Art Director, Mc Cann Errickson Indonesia (1999-2001)

5. Creative Director, Chuo Senko Indonesia (2001-2003)

6. Managing Director, KreatifSeven Communication (2003-2005)

7. Founder & CEO, Gambaranbrand, (2006-saat ini)

BERITA TERKAIT