03 October 2019, 03:05 WIB

Harga Beras Stabil di Musim Kemarau


MI | Nusantara

ANTARA
 ANTARA
Harga beras stabil di musim kemarau

KEMARAU panjang menjadi ujian bagi ketahanan pangan di sejumlah daerah. Tahun ini, masyarakat masih berlega hati karena harga beras masih stabil.

"Kemarau belum berdampak terhadap harga beras premiun maupun medium. Sembako lain juga tidak ada kenaikan. Ini menunjukkan stok beras dan sembako lain masih terjaga," ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jambi, Ariansyah.

Tidak hanya di pasar-pasar tradisional Kota Jambi, monitoring harga juga dilakukan di kabupaten lain. "Harga beras premium masih di kisaran Rp13.500 dan medium Rp11 ribu, bahkan beras Bulog dihargai Rp9.000 per kilo-gram," lanjut Ariansyah.

Panenan yang tetap tinggi di Tasikmalaya, Jawa Barat, juga membuat harga beras stabil. "Harganya normal. Kami masih dapat pasokan beras dari Tasikmalaya sendiri, Garut, Ciamis, dan Karawang," ungkap Lilis, 50, pedagang.

Di daerah ini, harga beras premium berkisar Rp12.500 per kilogram dan medium Rp10.500. "Persediaan beras saya masih melimpah," ung-kap Herawati, 60, pedagang Pasar Pancasila, Tasikmalaya.

Pasokan yang tidak bermasalah selama kemarau, juga membuat harga bahan pokok di Kabupaten Sukabumi masih terjaga. Harga beras premium di seluruh pasar tradisional berkisar antara Rp11 ribu-Rp13 ribu, sedangkan medium mulai dari harga Rp9.500.

"Kalau melihat laporan dan pantauan harga beras di lapangan, hingga saat ini masih cukup stabil. Kemarau panjang sekarang tak cukup berpengaruh terhadap pergerakan harga. Semuanya masih cukup normal," kata Kepala Dinas Perdagangan dan KUKM Kabupaten Sukabumi, Ardiana Trisnawiana.

Sukabumi memiliki lahan tanam mencapai 149 ribu hektare. Kemarau menyebabkan 7.000-an hektare sawah terdampak, setengah-nya puso. Sebaliknya, kemarau sangat berpengaruh pada hasil panen petani di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Akibatnya harga beras naik secara berkala. "Setiap kenaikan mencapai Rp500-Rp1.000 per kilogram untuk semua jenis beras," papar Martina Jelima, pedagang di Pasar Batu Cermin. (SL/AD/BB/JL/PT/BK/LD/BN/RS/FB/N-2)

BERITA TERKAIT