02 October 2019, 22:40 WIB

Wakil Presiden Peru Mengundurkan Diri


MI | Internasional

AFP
 AFP
Wakil Presiden Peru Mercedes Araoz

WAKIL Presiden Peru Mercedes Araoz mengundurkan diri, Selasa (1/10) waktu setempat, dan menyerukan pemilihan umum.

Keputusannya datang beberapa jam setelah parlemen menunjuknya memimpin perjuangan melawan tindakan pembubaran dewan oleh Presiden Martin Vizcarra di tengah kebuntuan yang pahit terkait dengan korupsi dan penunjukan Mahkamah Agung.

Meskipun terjadi pertikaian yang memanas, Peru menjalankan bisnisnya seperti biasa pada Selasa. Satu-satunya perubahan yang terlihat ialah peningkatan keamanan di sekitar istana pemerintah dan Kongres.

"Saya telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisi Wakil Presiden Konstitusi Kedua Republik," ujar Araoz di Twitter bersama surat pengunduran diri, seraya menambahkan dia berharap pemilihan umum dilaksanakan dalam jangka sesingkat mungkin.

Anggota parlemen menuduh Presiden Vizcarra melakukan kudeta setelah ia membubarkan Kongres yang didominasi oposisi dan menyerukan pemilihan baru. Pemungutan suara akan dilaksanakan untuk menangguhkan dia sementara dari kursi kepresidenan dan menunjuk Araoz sebagai pemimpin.

Akan tetapi, ribuan orang berduyun-duyun ke jalan-jalan Lima dan kota-kota lain untuk menunjukkan dukungan kepada Vizcarra yang populer dengan kebijakan antikorupsi. Angkatan bersenjata dan polisi membenarkan dukungan mereka terhadap presiden. Selusin gubernur daerah juga bergabung dalam aksi.

"Terlalu banyak korupsi. Terlalu banyak dilakukan tanpa rasa malu. Sudah saatnya ini terjadi, harus ada perubahan," kata pemrotes Jenny Sanchez di Lima.

Pengunduran diri Araoz--yang telah bersekutu dengan para pendukung mantan pemimpin oposisi yang tercemar korupsi Keiko Fujimori--muncul setelah Organisasi Negara-negara Amerika (OAS) menolak untuk terlibat dalam perselisihan kekuasaan di Peru. Badan itu mengatakan, terserah Mahkamah Konstitusi Peru untuk memutuskan legalitas pembubaran Kongres.

Sejumlah anggota parlemen telah mempertimbangkan naik banding ke pengadilan untuk mencabut pembubaran. (AFP/Hym)

BERITA TERKAIT