02 October 2019, 20:06 WIB

Patroli CHIPS, Inovasi Puskesmas Sempu untuk Jemput Warga Sakit


Indriyani Astuti | Humaniora

MI/INDRIYANI ASTUTI
 MI/INDRIYANI ASTUTI
CHIPS, program jemput bola warga miskin yang sakit yang menjadi inovasi Puskesman Senpu

NYONO Manis atau akrab disapa Nyoman, 54, setiap hari menyusuri pedesaan menggunakan motor inventasi kepala puskesmas (2006) yang sudah dimodifikasi menjadi kendaraan patroli dengan lampu sirine layaknya ambulans dan radio komunikasi untuk mengjangkau orang sakit yang tinggal jauh dari puskesmas. 

Sehari-hari ia ke tiga desa yaitu Tegal Arum, Sempi dan Jambe Wangi yang menjadi wilayah kerja Puskesmas Sempu di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Desa paling jauh yang harus ia datangi ialah Jambe Wangi yang terletak di kaki Gunung Raung, sekitar 15 meter dari Puskesmas Sempu.

"Medannya paling berat itu desa Jambe Wangi. Jalannya masih hutan dan banyak batu besar belum beraspal," ucapnya ketika ditemui Media Indonesia dalam acara kunjungan media di Puskesmas Sempu, pada Rabu (3/10).

Dalam memberikan pelayanan kesehatan pada warga miskin atau lansia, Nyoman ditemani satu orang dokter visit yang ia bonceng di sepeda motornya. Mereka berdua membawa obat-obatan, tensimeter, dan peralatan kesehatan, dan sembako. 

Sembako, terang Nyoman, diberikan sebagai kompensasi apabila ada laporan masyarakat miskin yang sakit, tetapi  mereka telat datang untuk memberikan pelayanan.

"Kami memeriksa pasien, memberikan obat dengan gratis tanpa biaya. Kalau terlambat kami berikan sembako," ucapnya.

Baca juga: Ada Mal untuk Orang Sehat di Puskesmas Ini

Kepala Puskesmas Sempu Hadi Kusairi menuturkan inovasi jemput bola orang miskin yang sakit sudah berjalan sejak 2017 lalu. Inovasi itu diberinama Calon Harapan Insan Penghuni Surga (CHIPS).

"Saya terinspirasi dari film tentang polisi berjudul CHIPS," ucap pria yang sudah membawa Puskesmas Sempu dianugerahi beragam penghargaan mulai dari Puskesmas Berprestasi tingkat Provinsi Jatim tahun 2014.

Bukan hanya sampai di sana, Puskesmas Senpu juga meraih Top 25 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Jatim 2017, dan Penghargaan dari United Nations Public Service Awards 2019 dengan inovasi pelayanan publik di Korea.

CHIPS, terangnya, lanjutan dari inovasi bernama Pasca Rawat Inap Kunjung Ning Griyo (Parikuning) yang dilatarbelakangi temuan banyaknya pasien pasca rawat inap (opname) yang tidak lagi kontrol ke puskesmas. 

Setelah ditelusuri, banyak kendala yang ditemukan seperti kendala geografis, tidak punya biaya, tidak punya kendaraan atau pasien sebatang kara sehingga tidak ada keluarga yang mengantarkan kontrol.

Menurut Hadi, di wilayah kerja Puskesmas Sempu, ada sekitar 6043 penduduk yang hidup di tengah hutan dan  dari jumlah itu terdata ada 166 warga miskin yang tidak mampu mengakses layanan kesehatan.  

Baca juga: Di Banyuwangi, Orang dengan Gangguan Jiwa Diberdayakan

Koordinator CHIPS Primadona Kami di Puskesmas Sempu Dr. Daniek Wardhani menjelaskan selain melakukan patroli ke desa-desa, laporan pada koordinator CHIPS datang dari warga apabila ada lansia yang sakit atau membutuhkan layanan kesehatan.

"Prioritas pasien yang kami datangi tidak punya kendaraan, tidak punya uang, kondisi fisik tidak memadai," ucapnya.

Selain memberikan pelayanan kesehatan, tim juga memberikan santuan untuk warga miskin. Hasil dari iuran petugas kesehatan di puskesmas Sempu setiap Kamis menyisihkan gaji mereka. 

Tidak hanya permasalahan kesehatan, inovasi CHIPS juga membantu membantu menanggulangi masalah lain dengan berkoordinasi bersama lintas sektor seperti penyediaan jamban bersih, hingga bedah rumah bagi warga miskin.

"Untuk mempermudah dalam memantau, rumah yang sudah dikunjungi ditempelkan stiker berisi nomor telefon koordinator CHIPS atau kentongan sehingga warga sekitar bisa ikut memantau," tukas dr. Daniek.

Hadi menyampaikan CHIPS telah diganjar penghargaan masuk dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokras (PAN-RB). Dampak dari diterapkannya inovasi ini, angka rawat inap di Puskesmas Sempu turun signifikan karena warga sakit dirawat di rumah mereka. (A-4)

BERITA TERKAIT