02 October 2019, 18:25 WIB

Anies Minta Pelajar yang Terlibat Unjuk Rasa Tidak Disanksi


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

dok MI Rommy Pujianto
 dok MI Rommy Pujianto
Anies Baswedan

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan meminta pihak sekolah tidak mengeluarkan pelajar yang mengikuti demonstrasi.
Menurutnya, pemerintah wajib mendidik pelajar yang bermasalah tersebut.

"Kalau ada anak bermasalah justru harus dididik lebih banyak, bukan malah diberhentikan dari pendidikan. Konsepnya salah kalau anak bermasalah lalu dikeluarkan," kata Anies di Jakarta Barat, Rabu (2/10).

Pelajar SMA dan STM yang ikut unjuk rasa di depan Gedung DPR berakhir ricuh karena bentrok dengan aparat keamanan. Menurut Anies, pelajar yang ikut demonstrasi tersebut harus dibina oleh kepala sekolah maupun orang tua yang menjaga anak tersebut.

"Siapa yang didik nanti kalau justru malah dikeluarkan dari pendidikan? Oleh karena itu kalau ada anak yg bermasalah justru harus kita didik lebih baik lagi. Jadi anak yg bermasalah, yang kemarin perlu pembinaan, ya kita bina. Orang tuanya dipanggil, anak dipanggil, diajak diskusi," jelas Anies.

 

Baca juga: Pakai Baju Batik, Anies Gowes ke Kawasan Gajah Mada

 

Pemprov DKI juga tidak akan mencabut Kartua Jakarta Pintar (KJP) bagi pelajar yang terlibat dalam aksi demonstran. Menurut Anies, pemerintah bertanggung jawab untuk memastikan setiap anak mendapatkan pendidikan hingga tuntas.

"Terkait dengan KJP, anak ini sulit sekolah karena tidak ada biaya. Kalau kemudian tanggung jawab kita ialah menyekolahkan mereka lalu KJP-nya dicabut, bisa sekolah dari mana nanti? Kan justru tidak sejalan dengan tujuan pemerintah untuk mendidik semua anak," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT