02 October 2019, 16:00 WIB

Progres Pengerjaan Proyek Strategi Nasional Capai 80,3 Persen


M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

MI/Lina Herlina
 MI/Lina Herlina
Bendungan Baliase merupakan proyek strategis nasional yang mendapat pendampingan TP4D di Luwu Utara, Sulawesi Selatan

KETUA Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), Wahyu Utomo, menyebutkan, progres pengerjaan 223 proyek strategi nasional (PSN) dan 3 program tambahan telah mencapai 80,3%.

Angka itu merupakan proyek yang telah masuk ke tahap konstruksi. Sementara hingga September 2019, 81 PSN telah diselesaikan.

"Secara kumulatif PSN ini sudah dimulai sejak tahun 2016, sampai September 2019 sudah 81 proyek yang diselesaikan," ujarnya dalam seminar nasional bertemakan 'Infrastruktur Menuju Indonesia Maju 2024' di Jakarta, Rabu (2/10).

Ia menambahkan, KPPIP menargetkan proyek yang akan diselesaikan hingga akhir tahun mencapai 103 proyek. Pada 2020, Wahyu memproyeksikan 143 dari 223 proyek dapat terselesaikan.

Baca juga: Dilintasi 5 Proyek Strategis Nasional, RDTR Bekasi Perlu Evaluasi

Dalam lima tahun ke depan, lanjut Wahyu, jumlah kegiatan infrastruktur akan meningkat hingga Rp6,4 triliun. Peningkatan itu diakuinya tidak akan mampu apabila hanya disokong dana APBN.

"Kalau kita berharap dari APBN atau APBD, itu tidak cukup. Sehingga perlu ada peningkatan keikutsertaan swasta dalam pembiayaan infrastruktur," imbuhnya.

"Pengadaan tanah juga menjadi kunci, proses perizinan, harmonisasi peraturan terkait penyediaan infrastruktur dan yang paling penting adalah peningkatan sinergi dan koordinasi antarstakeholder," sambung Wahyu.

Menyoal 3 program yang menjadi tambahan dalam pembangunan, Wahyu menjelaskan tiga program itu meliputi kelistrikan, pemerataan ekonomi dan industri pesawat. Dua dari 3 program itu telah dilakukan.

Salah satunya yakni di sektor kelistrikan, program 35.000 mega watt terus didorong untuk diselesaikan. Hingga saat ini, sebanyak 3.752 mega waat sudah selesai dan masuk ke dalam jaringan PLN.

Sementara yang tengah masuk tahap konstruksi mencapai 22.738 mega watt.

"Kita berharap dengan selesai proyek tenaga listrik ini bisa memberikan modal kita dalam mengembangkan kawasan industri, ekonomi khusus dan kegiatan ekonomi lainnya yang penting untuk mendorong pembangunan di Indonesia," jelas Wahyu.

Lebih jauh, KPPIP saat ini tengah mendorong 39 proyek dan 1 program industri pesawat yang bernilai Rp621 triliun agar masuk dalam tahap konstruksi.(OL-5)

BERITA TERKAIT