02 October 2019, 15:50 WIB

Agum: Ada Kelompok yang Mencoba Adu Domba Polri dan TNI


M Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum

MI/Dede Susianti
 MI/Dede Susianti
Anggota Wantimpres Agum Gumelar

KERICUHAN yang terjadi beberapa minggu terakhir memperlihatkan adanya perbedaan perlakuan saat kepolisian dan TNI mencoba menenangkan massa. Kepolisia akan disambut dengan lemparan batu dan benda keras, sementara hal itu tidak terjadi ketika TNI datang.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agum Gumelar menilai ada sejumlah kelompok yang mencoba untuk mengadu domba antara Polri dengan TNI.

"Begitu tentara turun dielu-elukan, itu ngadu domba. Kata kuncinya cuma satu, soliditas TNI dan Polri adalah jaminan kokohnya NKRI," kata Agum dalam diskusi di kawasan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (2/10).

Jenderal TNI Purnawirawan Agum menilai TNI harus mengerti dan memahami posisi Polri sedang dalam masa dilematis.

"Artinya TNI dan Polri jangan mau dipecah belah. Ketika demo lalu ada yang berteriak 'polisi musuh kita, TNI kawan kita,' dengan itu sangat jelas. Saya harap unsur TNI harus ngerti bahwa situasi saat ini polisi dilematis menghadapi situasi seperti ini," bebernya.

Baca juga: Wantimpres: Pemilu dari Tahun ke Tahun Semakin Bising

Saat ini, TNI diharapkan mengerti betul kesulitan yang juga pernah terjadi di lembaga tersebut pada pengalaman mengamankan kerusuhan Mei 1998 lalu.

"Diharapkan TNI mengerti betul sulitnya Polri, karena ini pernah dialami TNI (Mei) 1998, yang mengamankan ini TNI," jelasnya.

TNI harus membantu kepolisian untuk menjaga soliditas agar tidak terpecah belah dan menjadi lebih kuat.

"Pertama harus bisa jaga soliditas TNI dan Polri. waspada upaya memecah belah. kedua, bantu polisi, saat tertentu bantu polisi itu yang harus dilakukan," tutupnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT