02 October 2019, 12:00 WIB

Markle Gugat Tabloid Inggris Terkait Surat Pribadi


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/MICHAEL BRADLEY
 AFP/MICHAEL BRADLEY
Meghan Markle (kanan) bersama suaminya Pangeran Harry

MEGHAN Markle menggugat tabloid Mail On Sunday karena menerbitkan surat pribadinya. Hal itu diungkapkan suami Markle, Pangeran Harry, yang menegaskan mereka terpaksa mengambil langkah hukum melawan propaganda tabloid Inggris.

Dalam kecaman terhadap tabloid Inggris, Duke of Sussex itu menyebut istrinya dihantui media Inggris dengan cara yang sama seperti ibundanya, Putri Diana, sebelum kematiannya dalam kecelakaan mobil di Paris pada 1997.

"Ketakutan terbesar saya adalah sejarah terulang. Saya kehilangan ibu saya dan kini harus melihat istri saya menjadi korban perilaku yang sama," ungkap Pangeran Harry.

Pangeran Harry mengatakan dirinya dan sang istri akan mengambil langkah hukum atas penerbitan surat pribadi yang dilakukan dengan sengaja untuk menghancurkan.

Baca juga: Johnson akan Ungkap Proposal Brexit Terbaru

Kepada para pembaca tabloid, Pangeran Harry menyebut artikel itu dibuat dengan secara sengaja memiliki paragraf, kalimat, serta kata untuk menghadirkan sebuah kebohongan.

Meski tidak menyebut sebuah surat secara khusus, pada awal tahun ini, Mail On Sunday menerbitkan artikel mengenai surat tulisan tangan yang dikirimkan Markle kepada ayahnya, Thomas Markle.

"Istri saya telah menjadi korban teranyar tabloid Inggris yang menggelar kampanye terhadap individu tanpa memedulikan akibatnya. Kampanye itu meningkat selama setahun terakhir, selama kehamilannya dan saat dia membesarkan putra kami," seru Pangeran Harry.

"Ada korban manusia dalam propaganda itu terutama saat mereka secara sadar memberitakan berita bojong dan jahat. Saya tidak bisa menggambarkan betapa menyakitkan berita-berita itu," imbuhnya.

Pernyataan Pangeran Harry itu diungkapkan beberapa bulan setelah George Clooney memperingatkan bahwa Meghan Markle, yang kala itu tengah mengandung tujuh bulan, menjadi sasaran tabloid Inggris seperti yang dialami Putri Diana. (AFP/OL-2)

BERITA TERKAIT