02 October 2019, 09:26 WIB

Proyektil Korut Diduga Jatuh di Kawasan ZEE Jepang


Willy Haryono | Internasional

AFP/Jung Yeon-je
 AFP/Jung Yeon-je
Seorang perempuan Korsel berjalan di depan telavisi yang menampilkan berita mengenai peluncuran dural Korut.

KOREA Utara (Korut) telah menembakkan dua proyektil pada Rabu (2/10) pagi waktu setempat. Salah satu proyektil itu diduga telah jatuh di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang.

"Sekitar pukul 07.10 (101 GMT), dua proyektil diluncurkan dari pesisir timur Korea Utara," kata Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga kepada awak media, dilansir dari laman AFP.

"Salah satu proyektil terlihat jatuh di perairan dalam Zona Ekonomi Eksklusif Jepang," sambung dia.

Pernyataan Suga disampaikan setelah militer Korea Selatan (Korsel) mengatakan Korut telah menembakkan dua proyektil ke arah laut, satu hari usai Pyongyang memberikan sinyal mengenai wacana dilanjutkannya kembali dialog nuklir dengan Amerika Serikat (AS).

Suga menyebut Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe telah memerintahkan para menterinya untuk menyelidiki dugaan pelanggaran Korut tersebut.

Baca juga: Korut Tembakkan Proyektil tidak Dikenal ke Laut Timur

Bulan lalu, Korut juga telah menembakkan sejumlah proyektil ke arah laut usai menawarkan kelanjutan dialog dengan AS.

Negosiasi isu nuklir antara Korut dan AS tersendat. Padahal, pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump sudah tiga kali bertemu.

Saat bertemu di Zona Demiliterisasi, Trump dan Kim sepakat memulai kembali dialog resmi mengenai isu denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Wakil Menteri Luar Negeri Korut Choe Son Hui sempat mengutarakan wacana kelanjutan dialog dengan AS pada akhir September. Namun, hingga saat ini, kelanjutan dialog belum terwujud.

Sementara itu, Presiden Korsel Moon Jae-in telah mengundang pemimpin Korut Kim Jong-un untuk datang ke Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN yang akan digelar di Busan pada akhir November mendatang.

Moon menilai kehadiran Kim akan menjadi kemajuan yang baik dalam proses perdamaian isu Semenanjung Korea. Hingga kini Korut belum merespons undangan tersebut. (Medcom/OL-2)

BERITA TERKAIT