02 October 2019, 08:35 WIB

Pagi ini, Kabut Asap Masih Selimut Riau


Ferdian Ananda Majni | Nusantara

ANTARA/Rony Muharrman
 ANTARA/Rony Muharrman
Petugas Kebersihan mengenakan masker ketika menyapu jalan saat kabut asap di Kota Pekanbaru, Riau

PEMERINTAH Provinsi Riau menyatakan status darurat pencemaran udara di daerah itu resmi berakhir pada 30 September 2019. Namun, Rabu (2/10) pagi ini, kabut asap masih menyelimuti sebagian Kota Pekanbaru, Riau.

Padahal kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Provinsi Riau berangsur-ansur hilang dalam sepekan terakhir.

Pantauan Media Indonesia, Rabu (2/10), kabut asap mulai kembali terlihat sejak pukul 06.00 WIB. Akan tetapi, kondisi itu tidak mempengaruhi aktivitas masyarakat yang telah merasakan udara segar sejak sepekan ini.

Salah seorang warga Sulaiman mengatakan kondisi kota Pekanbaru memang sedikit berkabut daripada kemarin.

"Iya, tadi pagi berkabut lagi," kata Sulaiman.

Baca juga: Status Tanggap Darurat Asap Karhutla Riau Dicabut

Menurutnya, kabut asap ini terjadi karena arah angin yang berhembus ke wilayah perkotaan. Namun kondisi itu akan berakhir pada siang hari.

"Biasa siang hilang, tetapi tergantung arah angin juga, bisa saja nanti sore berkabut lagi," jelasnya.

Berdasarkan perkiraan cuaca BMKG Pekanbaru, Rabu (2/10), pagi hari cerah berawan, siang hari dan sore, cerah berawan.

Sementara berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis, Kota Dumai, Kabupaten Rohil dan Kabupateb Rohul

Sedangkan titik panas (Hotspot) update pukul 06.00 WIB, Sumatra Level Confidence di bawah 50% dengan total 741 titik, yakni Jambi 53, Lampung 125, Sumatera Barat, Sumatera Selatan 525, Bangka Belitung 35 dan Riau 2.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau menyebut kualitas udara membaik tidak hanya di Pekanbaru. Hal serupa juga terjadi di daerah Minas (Siak) dan Duri (Bengkalis).

Terkait luasan lahan terbakar di Riau sepanjang tahun ini, ada 8.644,41 hektare. Angka itu tersebar di Kabupaten Rokan Hulu 89,25 hektare, Rokan Hilir 1.816,45 hektare dan Kota Dumai 351,75 hektare.

Berikutnya di Kepulauan Meranti 368,5 hektare, Siak 863,37 hektare, Pekanbaru 217,47 hektare, Kampar 350,53 hektare, Pelalawan 531,2 hektare, Indragiri Hulu 1.070,1 hektare, Indragiri Hilir 1.067,85 hektare dan Kuantan Singingi 20,1 hektare. (OL-2)

BERITA TERKAIT