01 October 2019, 22:40 WIB

LPSK Siap Lindungi Saksi dan Korban Kasus Wamena


Golda Eksa | Politik dan Hukum

Mi/ Susanto
 Mi/ Susanto
Hasto Atmojo Suroyo

LEMBAGA Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) akan memberikan perlindungan bagi saksi dan korban kasus kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua. LPSK juga mendorong insiden kerusuhan di wilayah tersebut segera diproses hukum.

LPSK juga memastikan akan memberikan perlindungan dan bantuan sesuai perintah undang-undang. Demikian penegasan Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo melalui keterangan dari Humas LPSK, Selasa (1/10).

Menurut dia, LPSK menyatakan duka mendalam atas tragedi yang merenggut 33 nyawa dan puluhan korban luka-luka. "Kita akan segera turun ke lokasi untuk memetakan kebutuhan perlindungan dan bantuan bagi korban,” kata Hasto.

Pemetaan terhadap korban, terang dia, menyasar kalangan masyarakat sipil dan aparat penegak hukum. LPSK akan melihat secara lebih dekat dan jelas apakah para saksi dan korban dari kerusuhan Wamena bisa mengakses layanan perlindungan dan bantuan yang disediakan negara melalui LPSK.

Sejauh ini LPSK intensif melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak sebelum menurunkan tim ke Wamena. Koordinasi dilakukan untuk mencari tahu proses hukum yang tengah berjalan dalam pengusutan kasus kerusuhan di Wamena.

"Jika memang ada korban yang nantinya akan menjadi saksi dalam proses hukum, sesuai mandat undang-undang, LPSK akan menjalankan tugasnya memberikan perlindungan dan bantuan," kata dia.

Ia menegaskan, negara tidak tinggal diam menyikapi kerusuhan di Wamena yang mengakibatkan 33 orang tewas dan puluhan orang lainnya luka-luka. Sebagai representasi negara dalam melindungi saksi dan korban tindak pidana, LPSK akan berupaya maksimal menjalankan tugas dan fungsinya, baik dalam memberikan perlindungan fisik, maupun bantuan berupa medis, rehabiltasi psikologis dan psikososial.

Kerusuhan di Wamena berawal dari aksi unjuk rasa siswa, Senin (23/9). Unjuk rasa itu berakhir rusuh dengan terbakarnya sejumlah rumah warga, kantor pemerintah dan beberapa kios usaha masyarakat. Dilaporkan pula sebanyak 33 orang tewas akibat kerusuhan dan puluhan lainnya mengalami luka-luka, sementara ribuan orang harus tinggal di pengungsian. (Gol)

BERITA TERKAIT