02 October 2019, 06:00 WIB

Junior Perlu Tambah Jam Terbang


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga

ANTARA
 ANTARA
Pasangan bulu tangkis ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto

PRESTASI yang didapat Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di Korea Terbuka 2019 menunjukkan proses regene­rasi atlet bulu tangkis di sektor ganda putra berbuah manis. Diharapkan Fajar/Rian dan lainnya bisa terus konsisten untuk meraih hasil terbaik. Itu pula yang diharapkan bisa terjadi di sektor lainnya.

“Sektor lainnya masih perlu pematangan dan kerja keras lagi,” ujar Susi kepada Media Indonesia, kemarin.
Khusus untuk tunggal putri, Susi melihat memang Gregoria Mariska dkk masih butuh waktu untuk bisa meningkatkan performa mereka, baik dari fisik, teknik, hingga fokus dengan strategi yang telah disepakati. Sementara itu, untuk seluruh sektor, bisa disimpulkan yang kurang ialah minimnya jam terbang.

Minimnya jam terbang khususnya untuk pebulu tangkis junior yang ikut program pemusat­an latihan nasional (pelatnas) di Jakarta, bahkan meski mereka sudah ada yang mencicipi gelar juara di level Asia, seperti ganda campuran Leo Rully/Indah Cahya Sari. “Kita masih butuh waktu dan pemain junior di pelatnas ini harus lebih ekstra kerja keras agar bisa bersaing di level yang lebih tinggi lagi,” ucapnya.

Senada dengan Susi, pelatih ganda putra Herry Iman Pier­ngadi mengatakan kemenangan Fajar/Rian di Korea telah membuktikan bahwa regenerasi di nomor ganda putra berjalan dengan baik. Hasilnya bisa dilihat dari peringkat dunia saat ini.

Marcus Fernaldi Gideon/Ke­vin Sanjaya Sukamuljo masih kukuh menjadi yang terbaik. Kemudian, senior mereka, yakni Mohammad Ahsan/Hendra Se­tiawan ada di peringkat kedua. Sementara itu, Fajar/Rian, berkat juara di Korea Terbuka, kini jadi rangking kelima. Herry berharap ketiga pasangan itu bisa me­nempati urutan tiga besar.

“Tiga-tiganya masuk tiga besar dunia tentu itu keinginan saya. Jepang saja bisa di ganda putri, kenapa Indonesia tak bisa? Kita harus jadi yang terbaik dan tertinggilah di dunia,” ucap Herry.


Jadi ujung tombak

Melihat perkembangan yang ditunjukkan Fajar/Rian, Herry mengaku dirinya optimistis kedua anak asuhnya itu juga bisa menyumbangkan medali emas di SEA Games 2019 yang bakal diselenggarakan di Filipina, ­ak­hir tahun ini. Fajar/Rian yang kini menempati peringkat kelima ganda putra dunia dinilai punya modal apik sebelum ke Fili­pina dan salah satunya ialah gelar juara dari Korea Terbuka 2019. Mereka juga berhasil mengalahkan Marcus/Kevin di turnamen itu.

Selain Fajar/Rian, nantinya Indonesia bergantung juga kepada Wahyu Nayaka/Ade Yusuf dan satu pemain cadangan, Leo Rully Carnando.

Dari cabang olahraga lain, Federasi Hoki Es Indonesia (FHEI) yakin atlet-atletnya akan berangkat ke Filipina. “Sudah, hoki es termasuk yang akan berangkat. Hoki es setahu saya sudah disetujui,” ujar Wakil Presiden FHEI, Jonathan Sudharta kepada Media Indonesia.

Dia menambahkan, sebanyak 20 atlet telah berlatih untuk bisa bersaing di SEA Games nanti. Mereka selama ini dilatih juru taktik asing yang pernah terjun di liga hoki es Amerika Utara (NHL), yakni Shawn Berg. (R-3)

BERITA TERKAIT