02 October 2019, 00:45 WIB

WNI Jadi Korban Jembatan Runtuh di Taiwan


MI | Internasional

AFP
 AFP
Jembatan Runtuh di Taiwan

TIM penyelamat masih berjuang untuk mencapai enam orang yang dikhawatirkan terperangkap setelah sebuah jembatan runtuh di Taiwan, kemarin, dan menghantam kapal penangkap ikan yang ditambatkan di bawahnya.

“Operasi penyelamatan sedang berlangsung,” kata Badan Pemadam Kebakaran Taiwan.

Mereka menambahkan, setidaknya 12 orang terluka, termasuk enam pekerja kapal asal Filipina dan tiga warga Indonesia serta juru mudi kapal tanker bensin asal Taiwan.

“Kami berharap bisa menyelamatkan semua dengan aman dalam waktu singkat untuk meminimalkan kerusakan,” ujar Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, kepada wartawan.

Media Indonesia mencoba meminta komentar dari pejabat perwakilan Indonesia di Taiwan mengenai nasib pekerja asal Indonesia, tetapi belum mendapat respons.

Taiwan saat ini memiliki industri perikanan yang besar dengan pekerja dari berbagai negara.
Ambruknya jembatan lengkung tunggal sepanjang 140 meter di Nanfangao di pantai timur Taiwan sempat terekam kamera CCTV. Sebuah kapal tanker bensin terlihat hampir melintasi jembatan.

Pejabat dinas penjaga pantai awalnya mengatakan setidaknya 14 orang terluka. Regu penyelam mencari orang-orang yang dikhawatirkan terperangkap dalam beberapa perahu nelayan.

“Jembatan itu runtuh sekitar pukul 09.30 ketika tanker minyak berada di situ yang mengakibatkan kapal itu terbakar,” kata sekretaris wali kota, Shih I-chun.

“Menyelamatkan nyawa ialah prioritas,” kata Perdana Menteri Taiwan, Su Tseng-chang. “Saya meminta otoritas terkait untuk melakukan semua upaya penyelamatan,” imbuhnya.

Tidak jelas apa yang menyebabkan jembatan yang dibangun pada 1998 tersebut runtuh. Taiwan sebelumnya dilanda topan pada Senin (30/9) malam, yang membawa hujan lebat dan angin kencang ke beberapa bagian pantai timur. Akan tetapi, pada saat jembatan runtuh, cuaca baik-baik saja.

“Jaksa penuntut kini telah meluncurkan penyelidikan,” kata Menteri Transportasi, Lin Chia-lung. (Channel News Asia/AFP/AFP/Hym/X-11)

BERITA TERKAIT