01 October 2019, 17:59 WIB

Dinamika Pemilihan Ketua MPR Mulai Mengerucut


 Putra Ananda | Politik dan Hukum

ANTARA/M RISYAL HIDAYAT
 ANTARA/M RISYAL HIDAYAT
Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024 diambil sumpahnya oleh Ketua Mahkamah Agung (MA), M Hatta Ali.

DINAMIKA pemilihan Ketua MPR periode 2019-2024 mulai mengerucut. PDIP memberikan sinyal mengikhlaskan kursi Ketua MPR untuk Golkar atau PKB. 

Hal ini disampaikan oleh anggota DPR terpilih dari Fraksi PDIP Utut Adtianto saat memberikan keterangan persnya di ruang Fraksi PDIP di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (1/30).

"Kita harus rembukan dulu tidak bisa dibicarakan sekarang, tapi ada Pak Bamsoet dan Cak Imin, masih harus perlu rembukan apakah PDIP ada niatan untuk jadi Ketua MPR," ujar Utut.

Sesuai dengan Tatib MPR terbaru terkait pemilihan Ketua MPR sembilan partai dan 1 perwakilan DPD yang lolos ke parlemen berhak menempati 1 kursi pimpinan MPR. Penunjukkan Ketua MPR akan dilakukan secara musyawarah.

"Kita ingin semua ini dengan baik semuanya. Tetapi ada tugas penting yang memang kalau teman-teman nanti sepakat ada haluan negara yang jadi kesepakatan bersama,” ujar dia.

Terkait nama-nama calon pimpinan MPR, kata Utut, masih akan dibahas dalam rapat Bamus.

"Jadi usulan partai akan kita sampaikan nanti pada saat rapat di Bamus,” timpal Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani yang kini terpilih menjadi anggota DPR 2019-2024, saat menemani Utut. (A-4)

BERITA TERKAIT