01 October 2019, 16:42 WIB

Menkeu Imbau Perusahaan Waspada soal Potensi Gagal Bayar


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

ANTARA
 ANTARA
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengimbau agar perusahaan-perusahaan Indonesia waspada di tengah ketidakpastian perekonomian global untuk mencegah terjadinya resiko gagal bayar yang tinggi.

"Perusahaan harus betul-betul melihat dinamika lingkungan di mana mereka beroperasi, dari sisi mereka selama ini melaksanakan kegiatan-kegiatan usahanya dengan asumsi kondisi ekonomi tertentu," ujar Sri Mulyani di gedung Dhanapala, Jakarta (1/10).

Terlebih, saat ini banyak prakiraan pelambatan ekonomi baik global dan regional. Perusahaan harus melihat dari sisi operasionalnya guna mengetahui apakah mereka akan mendapatkan keuntungan seperti yang diharapkan.

Selain itu, perusahaan juga harus melihat soal efisiensi internalnya hingga kemampuan mereka untuk meratakan pendapatannya.

"Mereka harus melihat dari sisi efisiensi di dalam hingga kemampuan mereka untuk bisa men-generate revenue dan biaya yang makin efisien menyebabkan mereka menghadapi kemungkinan pelemahan ekonomi tersebut," ujarnya.

Baca juga: Menkeu Gembira Jumlah Peserta Olimpiade APBN Meningkat

Sebelumnya, lembaga pemeringkat utang internasional Moody’s Investors Service melaporkan adanya risiko gagal bayar dari perusahaan-perusahaan Indonesia yang berutang di perbankan. Salah satu faktor penyebabnya adalah penurunan kinerja perusahaan dalam meraih keuntungan di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian dunia.

Laporan Moody’s mencatat Indonesia dan India merupakan dua negara di kawasan Asia Pasifik yang memiliki risiko gagal bayar tertinggi. Hasil tersebut didapat dari tes tekanan dengan menggunakan asumsi penurunan 25% laba sebelum bunga dan pajak (EBITDA).

"Saya rasa apa yang disampaikan oleh lembaga-lembaga peringkat adalah suatu assessment dan peringatan yang baik untuk menjadi bahan pertimbangan bagi para pengambil keputusan di tingkat koorporasi. (Tujuannya) agar menjadi lebih waspada terhadap lingkungan yang sekarang ini dianggap berubah oleh lembaga-lembaga peringkat tersebut," tandas Sri Mulyani. (A-4)

BERITA TERKAIT