01 October 2019, 13:50 WIB

Xi Jinping: Tidak ada Kekuatan yang Dapat Hentikan Tiongkok


Melalusa Susthira K | Internasional

AFP/Greg Baker
 AFP/Greg Baker
Militer Tiongkok melakukan parade di Lapang Tianmen, Beijing, Tiongkok, Selasa (1/10) untuk merayakan ulang tahun ke-70 berdirinya RTT. 

PRESIDEN Tiongkok Xi Jinping mengatakan tidak ada kekuatan yang dapat menghentikan kebangkitan Tiongkok. Hal itu ia sampaikan dalam pidato kenegaraannya saat peringatan HUT ke-70 Republik Rakyat Tiongkok (RTT) di bawah pemerintahan Partai Komunis Tiongkok.

"Tidak ada kekuatan yang dapat mengguncang fondasi negara besar ini. Tidak ada kekuatan yang dapat menghentikan orang-orang Tiongkok dan bangsa Tiongkok untuk terus maju," ujar Xi, Selasa (1/10)

Xi tidak secara khusus menyebut nama negara lain, namun ia menekankan bahwa Tiongkok akan terus mengejar Pembangunan Damai Tiongkok.

“Hiduplah Partai Komunis Tiongkok yang agung. Dan panjang umur Rakyat Tiongkok!” tandas Xi.

Dalam pidatonya, Xi juga mengatakan bahwa pemerintah pusat akan terus menjaga kemakmuran dan stabilitas jangka panjang Hong Kong dan Makau.

Ia menambahkan bahwa Tiongkok akan memajukan pembangunan damai lintas-selat, mempersatukan seluruh negara, dan terus berusaha menyatukan negara Tiongkok.

"Terus maju, kita harus tetap berkomitmen pada strategi penyatuan kembali secara damai dan (prinsip) 'Satu Negara, Dua Sistem," tegas Xi.

Xi kemudian bergerak meninjau armada dan pasukan militernya, di mana sekitar 15 ribu personel digadang-gadang ikut serta dalam perayaan tersebut. 580 peralatan militer akan diarak di jalan-jalan dan 160 pesawat terbang mengudara dan bermanuver di langit.

Tiongkok mengakhiri sesi parade militernya dengan meluncurkan Dongfeng 41, rudal berkemampuan nuklir.

Seperti yang dilansir The Associated Press, pengamat mengatakan rudal tersebut dapat mencapai Amerika Serikat (AS) hanya dalam 30 menit. Selain rudal, Tiongkok juga memamerkan pesawat nirawak dalam negerinya pada kesempatan itu.

Tak hanya parade militer, Beijing juga akan mengadakan pesta akbar pada Selasa (1/10) malam.

Sebelumnya pada pidatonya Senin (30/9) malam, Xi menekankan perlunya Tiongkok kompak dan bersatu di bawah Partai Komunis untuk dapat mengatasi berbagai tantangan.

Ia pun kembali menegaskan posisinya untuk menegakkan prinsip 'satu negara, dua sistem' di Hong Kong dan Makau. Selain itu, ia juga menegaskan prinsip 'Satu Tiongkok' merujuk pada negara pulau Taiwan.

“Persatuan adalah besi dan baja, persatuan adalah sumber kekuatan,” tandas Xi.

"Penyatuan kembali tanah air secara penuh adalah tren yang tak terhindarkan. Itu merupakan kepentingan nasional yang lebih besar dan apa yang diinginkan oleh semua orang Tiongkok. Tidak ada satu pun dan tidak ada satu kekuatan pun yang dapat menghentikannya!" sambungnya. (AFP/OL-09)

BERITA TERKAIT