01 October 2019, 10:28 WIB

15 Orang Dirawat Akibat Ricuh Demo di Depan Gedung DPR/MPR


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

 ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
  ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Pelajar diberikan oksigen setelah terkena gas air mata saat melakukan aksi unjuk rasa di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (30/9).

SEBANYAK 210 orang luka-luka dan 15 orang di antaranya mendapat perawatan inap akibat unjuk rasa di depan gedung MPR/DPR yang berlangsung ricuh semalam.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan pada unjuk rasa yang digelar aliansi mahasiswa serta pelajar SMA/SMK di depan gedung MPR/DPR semalam berakhir rusuh.

Bentrokan terjadi antara peserta demo dan kepolisian yang hendak membubarkan pendemo karena masa berlangsungnya unjuk rasa seharusnya selesai pada pukul 18.00 WIB.

"Data per tadi pagi jam 7:30 pagi ini ada 210 orang yang dibawa dengan menggunakan kendaraan ambulans untuk dibawa ke rumah sakit, tapi yang harus rawat inap hanya 15. Jadi 210 yang dibawa tapi yang harus dirawat 15 orang," kata Anies di Monas, Selasa (2/10).

Para korban luka-luka sebagian besar dirawat di RS Pusat Pertamina. Anies menyebut seusai demo selesai dan seluruh peserta demo telah bubar pada pukul 23.00 WIB jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Dinas Bina Marga, dan Dishub segera melakukan penataan serta pembersihan area lokasi demo.

Anies menyebut kerusakan rata-rata terjadi pada area taman serta beton separator jalur Transjakarta yang berpindah dari posisinya. Sebanyak 200 petugas kebersihan gabungan dari PPSU dan DLH pun sudah dikerahkan untuk melakukan pembersihan area demo.

"Nah, mengenai fasilitas, tadi malam seluruh tim kita bekerja mengembalikan agar jalan-jalan menjadi layak dilewati. Banyak beton-beton pembatas jalur Transjakarta itu berubah posisi, ada yang jatuh, itu semua dikerjakan. Jadi dari malam mereka semua bekerja," ungkapnya.

Sebelumnya aksi unjuk rasa menentang pengesahan revisi UU KPK serta empat revisi UU lainnya yang dinilai merugikan masyarakat terus berlangsung sejak Senin (23/9) pekan lalu. Demo tidak hanya melibatkan mahasiswa tetapi juga pelajar SMA/SMK se-Jabodetabek.

Unjuk rasa yang berlangsung semalam berakhir ricuh karena massa menolak dibubarkan. Polisi melemparkan gas air mata ke kerumuman mahasiswa yang mulai berhamburan ke Semanggi dan Jalan Asia Afrika. (OL-09)

BERITA TERKAIT