01 October 2019, 10:01 WIB

Tabung Bocor, Belasan Warga Cianjur Keracunan Gas Klorin


Benny Bastiandy | Nusantara

Antara
 Antara
Ilustrasi 

TABUNG gas klorin (kaporit) pada bak penampungan air milik Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, di Kampung Ciajag III, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, bocor, Senin (30/9) sekitar pukul 22.00 WIB. Akibatnya, belasan warga yang berdekatan dengan lokasi kejadian mengalami keracunan hingga harus dievakuasi ke RSUD Sayang Cianjur dan fasilitas kesehatan lainnya.

"Napas saya sesak dan mata terasa perih. Tenggorokan juga terasa kering saat mengisap udara," kata Fitri, 28, warga yang mendapat penanganan di IGD RSUD Sayang Cianjur, Selasa (1/10) dini hari.

Fitri menduga yang dialaminya diduga akibat kebocoran gas klorin pada bak penampungan air milik Perumdam Tirta Mukti. Lokasinya memang cukup berdekatan dengan permukiman warga.

"Saudara dan tetangga saya juga merasakan hal sama. Awalnya kami menyelamatkan diri di sebuah halaman minimarket. Tapi karena napas terasa sesak, mata perih, dan tenggorokan kering, akhirnya kami dibawa ke rumah sakit," tutur Fitri.

Selain ke RSUD Sayang Cianjur, beberapa di antara korban dugaan keracunan gas klorin juga dievakuasi ke Klinik As-Siddiq di Desa Ciwalen.

"Hasil pendataan, terdapat sebanyak 11 orang warga kami yang dibawa ke RSUD Sayang Cianjur dan 6 orang lainnya dibawa ke Klinik As-Siddiq Ciwalen," terang Ketua RW 05 Kampung Ciajag III, Sugilar, di RSUD Sayang Cianjur.

Dugaan sementara, kata Sugilar, penyebab yang dialami belasan warga akibat kebocoran tabung gas klorin. Namun ia tidak bisa memastikan tabung gas klorin itu bocor atau meledak.

"Kejadiannya sekitar pukul 10 malam," ucapnya.

Direktur Utama Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Budi Karyawan menduga kasus di Kam[ung Ciajag III akibat tabung gas klorin bocor. Klorin atau dikenal kaporit, digunakan untuk membunuh kuman dan bakteri pada tempat pengolahan air.

"Ini baru pertama terjadi ada kebocoran gas klorin seperti ini," kata Budi, Selasa (1/10).

Budi menuturkan pengadaan gas klorin itu dipihakketigakan. Perumdam Tirta Mukti diklaimnya hanya sebagai pengguna.

baca juga: Kapolda Papua Kunjungi Pengungsi Wamena di Sentani

"Tapi kami akan bertanggung jawab atas kejadian ini. Biaya perawatan semua korban akan kami tangggung. Kami minta maaf karena kejadian ini tidak ada unsur kesengajaan. Ini murni karena musibah. Kami juga sudah turunkan petugas untuk mensterilkan lokasi kejadian dan mengantisipasi agar peristiwa serupa tak terjadi lagi," pungkasnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT