01 October 2019, 10:05 WIB

Tanpa Kepungan Asap Semua Kembali Normal


RF/YP/PT/TS/AD/SS/DW/Ant/N-2 | Nusantara

ANTARA/BAYU PRATAMA S
 ANTARA/BAYU PRATAMA S
Relawan pemadam kebakaran berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Handil Usang, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah

GULUNGAN asap sudah menghilang dari Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Udara sejuk pagi hari pun sudah mengisi rongga dada warga, kemarin.

“Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan gugur dan tidak perlu dilanjutkan. Jumlah titik api terus menurun sehingga kualitas udara kian membaik,” ujar Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri, kemarin.

Saat ini Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada kategori sehat, dengan indikator pencemaran sudah berada di bawah normal. Di bandara, pesawat sudah bolak-balik datang dan pergi. Pesawat semua maskapai sudah terbang normal dan tidak ada yang terganggu.

Siswa semua tingkatan di semua sekolah sudah mulai kembali aktif dan melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar. “Dalam operasi pemadaman, pemerintah provinsi dan pihak terkait sudah bekerja maksimal dan terbukti berjalan efektif,” tambah Fahrizal.

Sementara itu, bagi warga, tim juga memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat, menambah rumah singgah dan rumah aman, dan perbaikan gizi. Selain itu juga memberikan perlindungan kepada kelompok rentan, yaitu anak-anak, warga lanjut usia, dan ibu hamil.

Kerja keras menghentikan kebakaran hutan dan lahan dengan melakukan modifikasi cuaca melalui hujan buatan mampu memadamkan banyak titik api di Sumatra dan Kalimantan. Namun, Satgas Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan Sumatra Selatan tidak mau berdiam diri.

Pemantauan titik panas tetap dilakukan di Kabupaten Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir, dua kawasan yang rentan. “Di daerah Kayu Agung, titik panas sudah bersih. Namun, ada beberapa daerah lain yang masih berasap sehingga kami tetap minta dilakukan modifikasi cuaca sehingga titik panas bisa hilang,” ungkap Komandan Satgas Kolonel Arh Sonny Septiono.
Di Bangka Belitung, sejumlah mahasiswa mendatangi kantor DPRD provinsi menuntut pelaku pembakaran ditangkap dan diproses hukum.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sumatra Utara Prof Hasim Purba menilai pembakaran hutan ialah tindak kejahatan yang mengancam keselamatan manusia. “Sayangnya penindakan hukum terhadap pelakunya masih dilaksanakan dengan setengah hati. Itu menjadi faktor utama kebakaran hutan terus berulang setiap tahun.” (RF/YP/PT/TS/AD/SS/DW/Ant/N-2)

BERITA TERKAIT