01 October 2019, 09:55 WIB

Hati NasDem sudah untuk Herman


Benny Bastiandi | Nusantara

MI/BENNY BASTIANDY
 MI/BENNY BASTIANDY
Plt Bupati Cianjur, Jawa Barat, Herman Suherman

PERJALANAN politik Herman Suherman semakin terang. Pelaksana Tugas ­Bupati Cianjur, Jawa Barat, itu sudah lebih dekat untuk memantapkan diri sebagai bupati definitif lewat Pilkada 2020 nanti.

Kinerja pengganti Bupati Irvan Rivano Muchtar yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi itu membuat Partai NasDem kesengsem. Meski tercatat masih menjadi kader Partai Golkar, Herman dipastikan akan mendapat dukungan dari Partai NasDem untuk maju di 2020.

“Herman sudah ditunjuk oleh DPP Partai NasDem menjadi bakal calon untuk Pilkada Cianjur 2020. NasDem mungkin tidak akan membuka pendaf­taran untuk calon bupati atau calon wakil bupati,” ungkap Ketua Badan Pemenangan ­Pemilu Partai NasDem Kabupaten Cianjur, Deni Abdul Kholik, kemarin.

Pada Pileg 2019, NasDem mendapatkan 6 kursi di DPRD Kabupaten Cianjur. Partai ini masih butuh 4 kursi lagi untuk dapat mengusung calon sendiri. Karena itu, ungkap Deni, pihaknya akan menjajaki koalisi dengan partai lain.

“Komunikasi politik dengan partai lain pastinya terus dilakukan karena mutlak harus berkoalisi untuk bisa mengusung pasangan calon,” tandasnya.

Siapa pilihannya? Deni belum bisa memastikan Partai NasDem bakal berkoalisi dengan partai mana.

Ketua Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Cianjur, Rustam Effendi, mengakui sudah adanya putusan DPP Partai NasDem itu. “Herman sudah ditetapkan bakal diusung. Ketua DPD kota dan kabupaten sudah dipanggil DPW Jabar membahas pilkada.”

Tiga pasangan

Gerak cepat juga dilakukan NasDem di Nusa Tenggara Timur. DPW NasDem NTT telah mengajukan tiga pasangan bakal calon bupati-wabup di tiga dari sembilan kabupaten yang menggelar Pilkada 2020.

Tiga pasangan itu ialah Helmut Waso-Kornelis Soi sebagai bupati dan wakil bupati Kabupaten Ngada, pasangan Edistasius Endi-Yulianus Weng untuk Kabupaten Manggarai Barat, dan Agustinus Taolin- Antonius Bele di Belu.

“Kami langsung merekomendasikan tiga pasangan bakal calon guna membangun komunikasi politik karena butuh berkoalisi. Ketiga pasangan itu layak diusung setelah kami melakukan penja­ringan internal partai,” ungkap Sekretaris DPW Partai NasDem NTT ­Alexander Take Ofong.

Edistasius Endi, misalnya, ialah Ketua DPRD ­Manggarai Barat yang sukses memenangkan NasDem di daerah itu.

“Bakal calon bupati lain pun sudah berkomitmen menjadi kader NasDem dan berkomitmen melaksanakan restorasi,” tandas Alexander.

Dari Pematang Siantar, ­Sumatra Utara, mantan sekretaris daerah, Donver Panggabean, datang ke kantor NasDem untuk mengambil formulir pendaftaran sebagai bakal calon wali kota.

“Kami berharap dia tidak hanya mengambil formulir, tapi kembali lagi untuk menyerahkan formulir,” ujar Ketua NasDem Pematang Siantar Frans Herbert Siahaan.

Di Blora, Jawa Tengah, koali-si juga akan dilakukan NasDem untuk mengusung calon bupati. “Sudah ada dua partai yang mengajak bergabung, yakni PKB dan Hanura. Koali­si dengan PKB sangat stra­tegis karena pada Pilkada 2015  kami juga sudah bergabung,” kata Ketua NasDem Blora, Sri Sudarmini. (PO/AP/AS/JH/RF/SL/N-2)

BERITA TERKAIT