01 October 2019, 08:38 WIB

Abdullah Klaim Menangi Pemilu Presiden Afghanistan


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AFP/Sajjad Hussain
 AFP/Sajjad Hussain
CALON Presiden Abdullah Abdullah (kanan) menutup mata setelah jumpa pers di Kabul, Afghnistan, Senin (30/9).

KEPALA eksekutif pemerintah dan calon Presiden Afghanistan Abdullah Abdullah pada Senin (30/9) mengklaim sebagai pemenang dalam pemilihan umum di negara itu.

Ia mengatakan tim pemilihannya telah mendapatkan lebih banyak suara daripada para pesaing dalam jajak pendapat yang diadakan pada Sabtu (28/9).

"Suara yang diberikan untuk kami pada pemilihan presiden hari Sabtu (28/9) lebih tinggi daripada yang lainnya. Kami meraup suara tinggi dalam pemilihan," kata Abdullah kepada wartawan.

Namun, ia menekankan hasil akhir pemilu akan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Independen (IEC) negara tersebut.

Abdullah juga menyatakan terima kasih kepada warga Afghanistan yang menggunakan hak suara mereka. Rival petahan itu memuji institusi dan pasukan keamanan atas peran yang mereka mainkan dalam menyelenggarakan pemilu di tengah ancaman dan intimidasi Taliban.

Menurut angka-angka awal yang dikeluarkan IEC, sekitar 2,2 juta pemilih memberikan suara mereka di 3.736 pusat pemungutan suara dari 4.905 pusat pemungutan suara yang menerima material pemilu.

Lebih dari 9,4 juta pemilih yang memenuhi syarat terdaftar untuk memberikan suara mereka selama pemungutan suara. Ribuan pemilih telah dirampas haknya untuk memilih, karena petugas pemilu tidak dapat menemukan nama mereka dalam daftar pemilih.

Namun, para pejabat IEC mengatakan tidak ada yang bisa menilai hasil pemilu. Komisi pemilihan adalah satu-satunya badan berwenang yang menyatakan hasil jajak pendapat setelah menghitung suara dan menyelidik semua keluhan atas dugaan kecurangan.

Empat belas dari 18 kandidat terdaftar bersaing dalam pemilu presiden dan di antara mereka adalah Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani.

Hasil awal pemilu presiden akan diumumkan pada 19 Oktober dan hasil akhir diperkirakan akan diumumkan pada 7 November, sesuai dengan jadwal jajak pendapat yang telah ditetapkan.

Jika tidak ada kandidat yang memenangi lebih dari 50% suara di putaran pertama, dua calon terdepan akan bersaing di putaran kedua yang dijadwalkan akhir November. (AFP/Xinhua/OL-09)

BERITA TERKAIT