01 October 2019, 08:33 WIB

Kapolda Sultra Berkomitmen Ungkap Penyebab Kematian 2 Mahasiswa


Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum

MI/Andry Widyanto
 MI/Andry Widyanto
Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigjen Pol Merdisyam

KAPOLDA Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigjen Pol Merdisyam menegaskan berkomitmen melakukan penyelidikan dan mengungkapkan kasus kematian dua mahasiswa Universitas Halu Oleo secara transparan, terbuka, dan tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah secara hukum.

"Terkait yang ada di Kendari (kericuhan berujung kematian mahasiswa), proses sudah berjalan. Ini proses yang sudah dilakukan secara terbuka dan kita berupaya keras hingga dapat mengungkap kasus ini," kata Merdisyam usai dilantik di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (30/9).

Merdisyam mengaku akan melakukan evaluasi dan tetap memberikan hak bagi siapa saja untuk melakukan penyampaian aspirasi melalui demonstrasi. Namun, ia mengingatkan tentunya berlandaskan ketentuan dan mekanisme yang telah ditetapkan.

"Demo merupakan sesuatu yang dalam UU diberikan haknya. Tetapi juga harus memperhatikan syarat-syarat dalam demo dan tidam mengganggu ketertiban umum lainnya. Silahkan disampaikan sesuai mekanisme yang ada dan tentunya apa yang menjadi harapan dan tuntutan dari pendemo kita salurkan," sebutnya.

Baca juga: Polri Berkomitmen Selidiki Kasus Kendari secara Transparan

Dia juga memastikan, aparat kepolisian yang bersiaga dan betugas mengamankan demonstrasi tidak dibekali peluru karet ataupun peluru tajam.

Bahkan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah memerintahkan dan menekankan larangan penggunaan senjata apapun dalam pengamanan demo

"Sudah menjadi ketegasan dari Pak Kapolri, dalam menghadapi demo sudah berkali-kali disampaikan, jangankan peluru tajam, peluru karet pun tidak diperkenankan."

Dia mengatakan pengecekan ketat pasti dilakukan pada setiap petugas yang akan melakukan pengamanan demonstrasi. Merdisyam mengatakan sudah ada aturan yang melarang penggunaan peluru saat pengamanan demo.

"Dari awal sudah menjadi ketegasan dari Pak Kapolri dalam menanggapai demo sudah berkali-kali disampaikan. jangankan ada peluru tajam, peluru karet pun tidak diperkenankan. Sudah disampaikan," paparnya.

Dia juga menambahkan, dalam pelaksanaan pihak kepolisian yang bertugas juga akan dilakukan pengawasan dan pengecekan oleh propam dan provost.

"Sudah ada protap dan prosedur. mudah-mudahan demo hari ini yang tidak hanya di Kendari tetapi hampir sebagian besar menyampaikan aspirasi itu kita bisa melaksanakan dengan baik," pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta Karo Provost Divisi Propam Polri Brigjen Hendro Pandowo dan Inspektur Wilayah Itwasum Polri Brigjen Denni Gabriel untuk memeriksa adanya pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) oleh personel Polda Sultra atau Polres Kendari dalam penanganan aksi demo mahasiswa.

"Saat ini, Bapak Kapolri sudah mengirimkan dua tim. Satu tim propam dan satu dari inspektorat pengawasan umum," Kadiv Humas Polri Muhammad Iqbal.

Oleh karena itu, Iqbal berharap masyarakat menunggu dan percaya terhadap proses penyelidikan penyebab kematian korban dan pelaku penembakan kepada tim investigasi bentukan Kapolri tersebut.

"Penyelidikan dilakukan secara ilmiah. Dua orang ini bekerja untuk memastikan apakah ada kesalahan SOP dan lain-lain. Percayakan kepada kami, kepada tim investigasi gabungan untuk melakukan penyelidikan secara scientific," pungkas Iqbal. (OL-2)

BERITA TERKAIT