01 October 2019, 08:40 WIB

Kader NasDem Termuda Pimpin Sidang DPR


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

Dok. NasDem
 Dok. NasDem
Hillary Brigita Lasut

ANGGOTA DPR RI termuda dari Fraksi Partai NasDem, Hillary Brigita Lasut, 23, akan menjadi pimpinan sidang sementara pada Sidang Pembukaan Anggota DPR 2019-2024 hari ini.

Hal itu berdasarkan keputusan KPU RI. Keputusan yang ditandatangani Ketua KPU Arif Budiman pada 26 September 2019 itu menjelaskan Hillary menjadi wakil rakyat paling muda dari 575 orang yang terpilih di Pemilu 2019.

Perempuan kelahiran Manado, 22 Mei 1996 itu akan bersanding dengan anggota DPR tertua, Abdul Wahab Dalimunthe, 80, dari Partai Demokrat.

Untuk DPD RI, anggota paling tua berusia 82 tahun yang berasal dari daerah pemilihan DKI Jakarta, yakni Sabam Sirait. Sabam lahir di Tanjung Balai pada 13 Oktober 1936. Ia akan memimpin sidang perdana DPD RI bersama Jialyka Maharani yang lahir di Palembang, 20 September 1997, atau anggota DPD paling muda dengan usia 22 tahun.

Perempuan yang terpilih menjadi wakil daerah Sumatra Selatan itu juga akan memimpin Sidang Pendahuluan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI karena lebih muda ketimbang Hillary. Ia akan bersanding dengan Sabam nantinya. Keduanya akan menjadi nakhoda dalam pemilihan 10 pimpinan MPR definitif.

Berdasarkan ketentuan dalam revisi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) yang telah disahkan dalam pengambilan keputusan tingkat II di Rapat Paripurna DPR 16 September lalu, selain mengatur tentang penambah-an pimpinan MPR menjadi 10 orang, UU ini juga mengatur mekanisme pemilihan Ketua MPR.

Pimpinan sementara MPR sebagaimana dimaksud pada ayat (7) berasal dari anggota MPR yang tertua dan termuda dari fraksi dan kelompok anggota yang berbeda.

 

Tidak mudah

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus menilai anggota DPR muda memiliki potensi untuk mengubah wajah parlemen jika memiliki komitmen dan didukung oleh partai politik.

Namun, Lucius menilai hal simpati partai terhadap peran anak muda di parlemen tidak mudah. Hal itu karena peran anggota dewan senior, baik di partai maupun di parlemen sangat berpengaruh.

"Sayangnya, dukungan partai politik itu menjadi sesuatu yang tak mudah. Situasi parpol yang ada saat ini masih sangat dikuasai oligarki. Dalam situasi ini, jiwa idealisme politisi muda tak mudah diekspresikan," kata Lucius.

Menurutnya, idealisme itu langsung berhadapan dengan pragmatisme. Pragmatisme itu yang mengakar kuat pada parpol. Maka, bukan idealisme yang mengarahkan sebuah kebijakan, tetapi justru pragmatisme itu.

Menurut Lucius, anak muda di parlemen harus mencoba berani dalam bersikap untuk memperjuangkan idealismenya sehingga kuat dalam memberikan ide-ide politiknya.

Anggota DPR terpilih dari Partai Demokrat, Harmusa Oktaviani, mengatakan latar belakang wakil rakyat menentukan arah perjuangannya selama menjabat. Meski demikian, anggota yang berasal dari generasi muda juga perlu menyuarakan kesejahteraan petani dan nelayan. (Iam/P-1)

BERITA TERKAIT