01 October 2019, 09:00 WIB

Regenerasi Ganda Putra Bulu Tangkis Indonesia Terus Membaik


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga

ANTARA/Nafielah - Humas PP PBSI
 ANTARA/Nafielah - Humas PP PBSI
Ganda putra Indonesia Fajar Alfian (kiri) dan Muhammad Rian Ardianto usai menjadi juara di Korea Terbuka

TIM bulu tangkis Indonesia sukses membawa satu medali emas melalui sektor ganda putra di ajang Korea Terbuka 2019 yang diadakan di Incheon Airport Skydome, Incheon, Korea Selatan, pada 24-29 September.

Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto sukses mengalahkan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, asal Jepang, dengan skor 21-16 dan 21-17, Minggu (29/9).

Kemenangan itu mengantarkan Fajar/Rian mampu kembali melesat ke posisi lima dunia.

Artinya, ganda putra Indonesia punya tiga pasang yang bercokol di lima besar dunia.

Peringkat satu dunia nomor ganda putra, dipegang Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Sedangkan Mohamad Ahsan/Hendra Setiawan berada tepat di bawahnya.

Baca juga: Hasil di Korea Harus Jadi Motivasi

Hasil ini tentu membuat pelatih kepala ganda putra, Herry Iman Pierngadi, semringah.

Menurut Herry, kemenangan anak asuhnya di Korea membuktikan regenerasi bulu tangkis di Indonesia, khususnya nomor ganda putra berjalan.

"Artinya, prestasi anak-anak cukup baik. Regenerasi kita cukup baik dengan tiga ganda putra kita bisa masuk lima besar," ujar Herry, Minggu (29/9).

Herry pun berharap ketiga pasangan itu bisa mencapai tiga besar ganda putra dunia.

"Tiga-tiganya masuk tiga besar dunia tentu itu keinginan saya. Jepang saja bisa di ganda putri, kenapa Indonesia tidak bisa? Kita harus jadi yang terbaik dan tertinggi di dunia," ucap Herry.

Keinginan Herry melihat anak asuhnya berada di deretan tiga besar tidak butuh waktu lama jika Ahsan dkk bisa tampil maksimal di setiap turnamen level BWF 500 atau 750 yang tersisa di 2019.

"Tidak ada masalah saling kejar poin, kan itu semua anak buah saya sendiri," tutur Herry. (OL-2)

BERITA TERKAIT