01 October 2019, 06:21 WIB

Polisi Hong Kong Minta tidak Ada Demonstrasi pada 1 Oktober


Marcheilla Ariesta | Internasional

AFP/Mohd RASFAN
 AFP/Mohd RASFAN
Polisi Hong Kong menembakkan gas air mata ke arah demonstran.

POLISI Hong Kong memperingatkan para demonstran bahwa melakukan protes di Hari Peringatan Partai Komunis Tiongkok akan sangat berbahaya. Peringatan itu disampaikan Kepala Polisi Hong Kong Inspektur John Tse.

"Setelah dianalisa, kami memperkirakan situasi besok akan sangat, sangat berbahaya. Perusuh akan terus melakukan kekerasan, ini menunjukkan mereka teroris," kata Tse dilansir dari Channel News Asia, Senin (30/9).

Pernyataan itu disampaikan usai bentrokan akhir pekan antara pengunjuk rasa dan polisi. Bom bensin dilemparkan kepada para petugas kepolisian yang dibalas dengan tembakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan kerumunan.

"Kami berada di ambang bahaya ekstrem," tutur Tse.

Baca juga: Kondisi Jurnalis Veby Mulai Stabil 

"Kami mendapat informasi intelijen yang menunjukkan beberapa demonstran melakukan kekerasan menghasut lainnya, termasuk mereka yang memiliki kecenderungan melakukan tindakan ekstrem. Semua tindakan mereka selangkah lebih dekat dengan terorisme," imbuhnya.

Dia menambahkan polisi menolak permohonan unjuk rasa di Hong Kong untuk Selasa (1/10). Polisi beralasan ini demi keselamatan publik.

Beijing tengah bersiap menggelar perayaan besar Peringatan Komunis Tiongkok, yang menandai berdirinya Negeri Tirai Bambu tersebut. Sekitar 15 ribu tentara akan berbaris melintasi Lapangan Tiananmen.

Tidak hanya itu, teknologi militer terbaru juga akan ditampilkan dalam perayaan tersebut dalam sebuah pertunjukkan kekuatan patriotik.

Presiden Xi Jinping diperkirakan akan membuat pidato yang menggebu jelang parade di Gate of Heavenly Peace, tempat yang sama saat Mao Zedong mengumumkan pendirian Tiongkok pada 1 Oktober 1949. (Medcom/OL-2)

BERITA TERKAIT