30 September 2019, 17:27 WIB

Tarif Trans Patriot Ditetapkan Rp7.500


Gana Buana | Megapolitan

ANTARA/Risky Andrianto
 ANTARA/Risky Andrianto
Penumpang berada di dalam bus Trans Patriot saat pemberhentian di kawasan Wisma Asri, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (20/9).

PERUSAHAAN Daerah Mitra Patriot (PDMP) selaku pengelola resmi Trans Patriot akhirnya menetapkan penarikan tarif penumpang Trans Patriot dua koridor baru. Penumpang akan dibebankan tarif sebesar Rp7.500 untuk satu kali perjalanan.

Juru Bicara PDMP Iqbal Daut, mengatakan penarikan tarif ini sudah diberlakukan sejak Senin (23/9) lalu. Pihaknya menggunakan tarif flat meski Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi sebelumnya, telah menetapkan tarif atas dan tarif bawah pada Trans Patriot. 

“Kita pakai tarif flat Rp7.500 per penumpang baik jarak jauh maupum jarak dekat, tarif ini berlaku untuk dua kordior baru, yaitu koridor 2 Vida Bantargebang - Summarecon Bekasi dan Koridor 3 Wisma Asri - Sumber Arta,” kata Iqbal, Senin (30/9).

Menurut Iqbal, selama kurang lebih tiga hari diterapkan penarikan tarif, pihaknya belum dapat menyimpulkan secara menyeluruh respon penumpang. Apabila dirasa kurang sesuai, PDMP selanjutnya akan terus melakukan evaluasi.

“Pasti akan kita evaluasi, ini kan baru penerapan beberapa hari, belum ada respon yang terlihat dari penumpang,” jelas dia. 

Selanjutnya, kata Iqbal, masih ada kemungkinan PDMP untuk menaikkan atau menurunkan tarif sesuai batas tarif atas dan tarif bawah yang sudah ditetapkan Dishub Kota Bekasi. 

Untuk tarif atas dan tarif bawah dua koridor baru Trans Patriot, Dishub Kota Bekasi menetapkan sebesar Rp11.500 untuk tarif atas dan Rp5.500 untuk tarif bawah. Kebijakan tarif ini dijadikan patokan untuk PDMP menentukan besaran tarif yang diperbolehkan kepada penumpang. 

“Rencanannya dua minggu ke depan kami akan melakukan evaluasi, bisa saja (diturunin) karena ada standarnya (tarif atas dan tarif bawah),” jelas dia. 

Baca juga: Mangkrak Hampir Setahun, Kemenhub Desak Bus Hibah Dioperasikan

Adapun untuk dua koridor baru Trans Patriot sudah beroperasi sejak Kamis, (22/8) lalu. Sebanyak 20 bus hibah dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) digunakan sebagai armada moda angkutan umum tersebut. 

Selama proses pembahasan tarif, PDMP selaku pengelola Trans Patriot menggratiskan penumpangnya terlebih dahulu. Langkah ini diambil sekaligus sebagai bentuk sosialisasi kedua koridor moda transportasi milik Pemerintah Kota Bekasi. 

Berikut adalah rute dan titik pemberhentian koridor 2 dari Vida Bantargebang - Summarecon Bekasi; Pasar Alam Vida, Masjid Al-Ittihad, Kampus STISIP Bekasi, Sebrang Jalan Pungut Rawalumbu, Depan Jalan Kemang Pratama, SPBU Shell Sebrang Trisakti, Tol Barat 2, TP Ruko Sentra Niaga/BCP, TP Stadion Patriot 1, TP Stadion Patriot, Stasiun Bekasi, TP Emerald.

Koridor 2 dari Summarecon - Vida Bantargebang; TP Tabrani, Stasiun Bekasi (Indomaret), Pemkot Bekasi, TP Stadion 2, Ruko Bekasi Mas, TP Islamic Centre, TP Tol Barat 1 SPBU Total, Depan Trisakti, Sebrang Jalan Kemang Pratama, Depan Jalan Pungut Rawalumbu, Pasar Alam Vida. 

Sementara itu koridor 3 dari Wisma Asri - Sumber Arta; Pertigaan Wisma Asri, Sembrang Bhayangkara, TP Emrald, Summarecon, TP Tabrani, Stasiun Bekasi (Indomaret), Pemkot Bekasi, TP Stadion 2, Ruko Bekasi Mas, TP Isalmic Centre, TP Tol Barat 1 SPBU Total, Tol Barat 2, Mal Metropolitan Pintu Utara, Grand Metropolitan, Depan LIA Galaxy, Gapura Grand Galaxy City, depan Galaxy Pet Shop, Caman, Sumber Arta. 

Koridor 3 dari Sumber Arta - Wisma Arta; Caman Utara, Kota Bintang, Gunadarma Bekasi, RS Awal Bros, TP Ruko Sentra Niaga/BCP, TP Stadion 1, TP Stadion Patriot, Stasiun Bekasi, TP Emerald, Summarecon, TP Tabrani, depan Bhayangkara, Pertigaan Wisam Asri.

Direktur Utama PDMP, Tubagus Hendra mengatakan, penetapan tarif tersebut sudah sesuai dengan pembahasan. Pihaknya memilih tarif tengah agar tidak terllau berat.

“Diambil tengahnya ajalah Rp7.500, supaya nggak terlalu berat,” ungkap Hendra.

Tarif itu disepakati setelah memperhitungkan biaya operasional kendaraan (BOK). Tarif itu lebih rendah dari yang seharusnya berlaku, yakni Rp14.000. Selisih BOK ditanggung pihak ketiga.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan telah menetapkan batas tarif atas dan tarif bawah untuk dua koridor tersebut. Tarif batas bawah ditetapkan Rp5.500 dan tarif atas Rp11.000 untuk koridor dua, sementara Rp6.000 dan Rp11.500 untuk koridor tiga. Namun untuk kepastian tarif, Dishub mengembalikan keputusan tersebut kepada pihak pengelola dalam hal ini PDMP dan pihak ketiga. (A-4)

BERITA TERKAIT