30 September 2019, 16:02 WIB

Polri: Dosen IPB Ditangkap di Dekat Rumah Laksda (Purn) SS


Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum

MI/Susanto
 MI/Susanto
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Argo Yuwono

KABID Humas Polda Metro Jaya, Argo Yuwono mengatakan oknum dosen IPB yang berinisial AB menyimpan sedikitnya 28 bom molotov untuk persiapan kericuhan dalam Aksi Mujahid 212 di Jakarta.

"Soal dosen IPB bukan yang merancang demo bukan tetapi dia menyimpan bom molotov 28 untuk mendompleng kegiatan mujahid kemarin untuk melakukan pembakaran dan provokasi di situ," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin (30/9).

Menurutnya, dosen AB sudah merencanakan untuk melakukan kericuhan dalam aksi tersebut. Namun, Polisi bergerak cepat dengan mengamankan dirinya dan 5 orang lainnya untuk mencegah pemufakatan jahat.

"Iya. Ada permufakatannya di situ," sebutnya.

Diketahui, AB ditangkap beserta lima orang lainnya karena diduga terlibat tindakan pidana merencanakan kerusuhan pada aksi Mujahid 212 dengan menggunakan molotov. Kelima orang lain yang ditangkap itu yakni SS, S/L, YF, AU, dan OS.

Sebelumnya, Rumah AB, seorang dosen IPB University, di Pakuan Regency Linggabuana X G. VI/1, RT 003/RW 07, Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat, di­pa­sangi garis polisi. AB ialah satu dari enam orang yang ditangkap Tim Jatanras Krimum Polda Metro Jaya dan Densus 88, kemarin.

Dari informasi yang diperoleh, AB ditangkap di Jalan ­Maulana Ha­sanudin, Cipondoh, Kota Ta­nge­rang, Banten. Saat itu dia baru keluar dari rumah Laksamana Muda SS di Perumahan Taman Royal 2, Jl Hasyim Asyari, Tangerang. SS (61) pernah tercacat sebagai caleg Partai Berkarya dari Daerah Pemilihan Banten II.

AB diduga terlibat merencanakan kerusuhan atau membuat chaos Aksi Mujahid 212 dengan menggunakan bahan peledak. Bahkan, AB diduga berperan sebagai aktor intelektual atau yang menyuruh membuat bahan peledak sejenis bom molotov. Bom-bom itu di­simpan di rumahnya. Barang bukti yang disita ialah 29 bom molotov, 1 ponsel, KTP, dan dompet.

AB ditangkap beserta lima orang lainnya, yaitu  SS, S/L, YF, AU, dan OS. Keenam pelaku dijerat Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat No 12 Tahun 1951 terkait tindak pidana membuat, menguasai, membawa, menyimpan, mengangkut, menyerahkan, dan/atau berusaha menyerahkan bahan peledak.

Jaenudin, salah satu petugas keamanan yang berjaga di Blok Linggabuana, mengatakan sejak kemarin, rumah AB didatangi anggota TNI dan kepolisian.

Kepala Biro komunikasi IPB, Yatri Indah Kusumastuti, mengatakan apa yang dilakukan AB di luar tanggung jawab IPB dan menjadi persoalan pribadi. “Tidak ada kaitannya dengan tugas yang bersangkutan sebagai dosen IPB,” kata Yatri dalam siaran pers, kemarin.

Pihaknya mengaku terkejut dan prihatin atas pemberitaan penangkapan AB tersebut. “Terkait masalah ini, IPB menghormati proses hukum yang berlaku,” tukasnya.

Rektor IPB Arif Satria ­menjenguk AB di Polda Metro Jaya tadi malam.  “Saya sudah menjenguk beliau (AB) malam ini di Polda Metro Jaya. Saya sudah mendapat informasi dari dua sisi (AB dan Polda Metro Jaya). Ada yang faktual dan tidak, tapi tunggu saja besok (hari ini) Polda Metro Jaya akan jumpa pers soal tersebut,” kata Arif saat dihubungi, tadi malam.(OL-4)

BERITA TERKAIT