30 September 2019, 15:18 WIB

Jokowi : Kerusuhan Wamena Jangan Digeser Jadi Konflik Etnis


Akmal Fauzi | Politik dan Hukum

Antara Foto/PUSPA PERWITASARI
 Antara Foto/PUSPA PERWITASARI
Presiden Joko Widodo

PRESIDEN Joko Widodo menyebut kerusuhan di Wamena, Papua terjadi karena ulah kelompok kriminal bersenjata (KKB). Dia berharap tidak ada pihak yang menggeser isu kerusuhan ini menjadi konflik etnis.

"Jangan ada yang menggeser-geser ini jadi kayak sebuah konflik etnis. Ini adalah kelompok kriminal bersenjata, yang dari atas gunung turun ke bawah dan melakukan pembakaran-pembakaran rumah warga," kata Jokowi di Istana Bogor, Senin (30/9).

Sebanyak 33 orang tewas di Wamena akibat kerusuhan tersebut. Dalam kesempatan itu, Jokowi mengucapkan duka cita dan belasungkawa yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa itu.

Setelah kejadian, polisi juga telah menangkap orang yang diduga melakukan kerusuhan dan pembunuhan.

Baca juga: Polri Fokus Rehabilitasi Fasilitas Publik di Wamena, Papua

Kepala negara juga telah memerintahkan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, TNI dan Polri untuk mengejar perusuh yang belum tertangkap.

Diketahui, kerusuhan pecah di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua pada Senin (23/9) lalu. Aksi unjuk rasa yang melibatkan ribuan peserta itu berujung pada perusakan fasilitas publik hingga kantor bupati setempat.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya telah menetapkan 5 tersangka terkait kericuhan di Wamena, Papua. Sebagian besar tersangka bukan merupakan warga setempat. (OL-4)

BERITA TERKAIT