30 September 2019, 10:30 WIB

TNI Kerahkan 6.000 Prajurit Amankan Pelantikan DPR dan Presiden


Golda Eksa | Politik dan Hukum

ANTARA/M Risyal Hidayat
 ANTARA/M Risyal Hidayat
 Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto

PANGLIMA TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan telah menyiapkan 6.000 pasukan untuk mengamankan acara pelantikan anggota DPR RI dan pelantikan presiden pada 1 Oktober dan 20 Oktober.

Seluruh prajurit disebar di sejumlah titik, khususnya di depan pintu utama Gedung MPR/DPR Senayan dan jalur alternatif menuju kantor parlemen, seperti Petamburan, Palmerah, Pejompongan, dan Simpang Slipi, Jakarta Barat.

"Kita perbanyak pasukan TNI/Polri agar masyarakat yang ingin melakukan unjuk rasa juga tidak membawa batu. Kita awasi di sana, kita halau mereka kalau ingin masuk ke Gedung MPR/DPR," ujar Hadi seusai memimpin apel Kesiapan Pasukan Pengamanan Pelantikan Presiden dan Wapres RI, di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (30/9).

Baca juga: Polisi Perketat Pengamanan di Depan Gedung DPR

Mantan Kepala Staf TNI AU itu menambahkan untuk skenario insidentil terkait pengamanan unjuk rasa, TNI juga telah menyiapkan helikopter sebagai transportasi masuk ke Gedung MPR/DPR.

Ia berharap seluruh rangkaian acara pelantikan berjalan lancar dengan penebalan pasukan tersebut.

"Pertama, kita mempertebal pengamanan di Gedung MPR/DPR. Kedua, kita tempatkan pasukan untuk menjaga istana. Ketiga, kita juga menjaga sentra-sentra ekonomi seperti di Glodok. Intinya yang penting rakyat semua aman," pungkasnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT