30 September 2019, 08:25 WIB

Abu Karhutla Berbahaya jika Terhirup


Atikah Ismah Winahyu | Humaniora

MI/RAMDANI
 MI/RAMDANI
Dosen Fakultas Kehutanan UGM Azwar Maas 

SAYA ingin memberi tahu bawa kalau lahan itu (gambut) tidak kita kembalikan fungsinya, maka yakinlah kebakaran hutan dan lahan ini tidak akan berakhir.

Pemadaman kebakaran hutan memang sulit dilakukan. Menurut saya, untuk memadamkan kebakaran 1 hektare dibutuhkan air 500 ton dan baru bisa padam kebakarannya.

Langkah awal, yaitu pencegahan, harus dilakukan. Saya sependapat, pengawasan kebakaran sangat penting. Kalau kebakaran sudah mencapai 10 atau 100 hektare, hanya Yang Kuasa yang bisa membantu kita memadamkannya.

Perlu diketahui juga bahwa pada tanaman ada 16 atau 17 unsur pembentuk tanaman dan semua ada di gambut. Kalau gambut menjadi abu, abu adalah bahan unsur tanaman yang tidak ikut terbakar dan di dalamnya ada kadar basa kalsium, magnesium. Ketika ada air, dia akan bersifat alkalis atau basa.

Makanya kalau ambil abu dengan pH 11, artinya sangat basa. Kalau abu ini sampai masuk ke jaringan lunak, akan terjadi pendispersian.

Akan tetapi, dalam abu itu juga terdapat sejumlah unsur logam. Jadi yang disebut dengan logam karena dia alkalis, maka dia nantinya akan mengendap.

Sangat berbahaya kalau abu dari kebakaran hutan dan lahan masuk ke paru-paru, sangat bahaya juga kalau masuk pada janin.

Usahakan kalau misalnya menggunakan fan (kipas angin), harus ada uap air. Karena dengan uap air maka abu akan turun. Masker sebaiknya juga dibasahi karena dapat menyaring abu. (Aiw/X-11)

BERITA TERKAIT