27 September 2019, 08:10 WIB

Setelah Australia, Bursa Kripto Zipmex Jangkau Indonesia


Antara | Ekonomi

Ist
 Ist
Pendiri dan CEO Zipmex, Marcus Lim

SETELAH di Australia, bursa kripto Zipmex kini hadir menjangkau pengguna baru di Indonesia. Zipmex yang didirikan pengusaha asal Singapura, Marcus Lim, yang juga dikenal sebagai pencipta marketplace Oneflare itu, didirikan pada 2018 dan berekspansi di sejumlah negara lain.

Zipmex pun menawarkan harga bitcoin yang lebih murah daripada harga bitcoin di bursa kripto lokal di Indonesia.

Pendiri dan CEO Zipmex, Marcus Lim, menyebut, Indonesia memiliki volume perdagangan bitcoin yang cukup tinggi secara global. Hal ini yang membuat Zipmex memilih Indonesia sebagai target pasar terbarunya. Lim melihat pasar Indonesia sangat strategis untuk memperluas jangkauan platform bursa kriptonya.

"Dengan membuka perwakilan di Indonesia, maka Zipmex akan bersaing dengan sejumlah pemain lokal. Bursa kami akan menjadi pertama di Indonesia yang mengumpulkan informasi volume perdagangan dari bursa-bursa terbesar di dunia serta layanan over-the-counter (OTC), sehingga mampu menyediakan likuiditas lebih tinggi bagi para pengguna," jelas Lim.

Lim juga menyebutkan sejumlah keunggulan Zipmex yang bisa dinikmati oleh trader di Indonesia, di antaranya harga bitcoin yang lebih murah daripada bursa lokal lain di Indonesia. Selain itu, keamanan dan kenyamanan di Zipmex merupakan prioritas nomor satu, likuiditas dan volume perdagangan yang tinggi.

Per Rabu (25/9) pagi, harga 1 BTC di Zipmex adalah US$8,729 atau Rp122.417.054 memakai kurs Rp14.029 per dolar AS. Jika dibandingkan dengan bursa kripto di Indonesia, 1 BTC seharga Rp125.782.000 di Indodax, Rp124.073.000 di Rekeningku, dan Rp122.922.176 di Triv.

"Prioritas keamanan dan kenyamanan yang tinggi bagi pengguna kami perkuat melalui skema asuransi senilai US$100 juta jika terjadi peretasan," kata Lim.

Merujuk pada peluncuran Zipmex di Australia pada Agustus 2019 lalu, Zipmex hadir bersama Decentralised Capital, sebuah perusahaan blockchain advisor yang fokus pada layanan dan aset untuk kalangan institusi. 

 

Baca juga: Akomodasi Terbaik untuk Konser Musik serta Event Internasional

 

Stephen Moss, pendiri dan Direktur Decentralised Capital, mengatakan, peluang mengumpulkan informasi volume dari bursa global dan layanan OTC ke dalam satu platform seperti Zipmex merupakan langkah besar bagi industri kripto, karena menjadi pembeda utama dengan layanan bursa kripto lainnya.

Serupa dengan di Australia, untuk urusan keamanan, Zipmex berusaha membangun kepercayaan penggunanya dengan mendapatkan lisensi serta menaati peraturan dari pemerintah di negara-negara tempat operasinya. Di Australia misalnya, Zipmex sudah terdaftar di Pusat Analisis dan Laporan Transaksi Australia (Austrac).

Sementara di Thailand, Malta, dan Filipina, Zipmex sudah mengajukan lisensi dari otoritas terkait. Khusus di Filipina, bursa itu sudah mendapatkan lisensi FTSOVCE dari lembaga CEZA. Bagi negara-negara yang belum memiliki aturan soal lisensi bursa aset kripto, Zipmex berusaha menaati hukum AML (anti pencucian uang) dan aturan ketat soal pendanaan terorisme.

Selain perdagangan kripto, kata Lim, Zipmex juga berencana merilis token bernama 'xbullion'. Nilai token ini berbasis emas dan ditujukan bagi investor institusi.

"30 unit token akan dirilis di Zipmex Australia dalam beberapa bulan ke depan, dan 100 token lagi akan tersedia pada 2020.

Khusus dalam program menjangkau pengguna Indonesia ini, Zipmex memberikan apresiasi berupa BTC senilai US$5 bagi 1.000 orang pengguna baru dari Indonesia. Syaratnya harus melakukan sign up dan memenuhi langkah KYC (know your customer). (OL-1)

 

BERITA TERKAIT