30 September 2019, 05:15 WIB

Bertahan di Kios Buku Terminal Senen


MI | Humaniora

MI/Tri Subarkah
 MI/Tri Subarkah
Penjual buku di Kios Buku Terminal Senen

PAGI itu Budi, 45, tampak sibuk mempersiapkan dagang­annya. Beragam jenis buku ia keluarkan dan ditumpuk di depan kiosnya yang berukuran 2x3 meter di pinggir Terminal Senen, Jakarta.

Kios buku di Terminal Senen memiliki sejarah cukup panjang. Mulanya, berada di Terminal Lapangan Banteng, kemudian pindah ke Terminal Senen. Pada era 1980-1990-an, kawasan ini menjadi pusat buku di Jakarta. Sayangnya, ketika terjadi kebakaran pada 23 Maret 2009, banyak kios buku yang dilahap api. Pedagang pun membuat lapak darurat di dekat terminal. Keberadaan kios dibongkar paksa pada 26 November 2009 karena mengganggu arus kendaraan di terminal. 

Ini merupakan tahun ketiga bagi Budi berjualan buku di Terminal Senen. “Dulu saya ikut abang di Kwitang, terus pindah ke samping (Pasar Senen) sebelum kebakaran,” ujarnya saat ditemui Media Indonesia, Kamis (19/9).

Buku yang dijual Budi beragam­, mulai kamus bahasa, buku pelajaran sekolah, buku diktat kuliah, hingga novel dengan harga Rp20 ribu-Rp600 ribu. “Yang paling mahal buku kedokteran,” ungkapnya. Menurut Budi, penjualan saat ini menurun drastis. 

Pedagang lain, Zul Basri Pakpahan, 57, menuturkan ia turut mengalami masa kejayaan kios buku itu. Ia bahkan menyebut Iwan Fals dan Dik Doank sebagai langganannya. “Kalau dulu, pembeli sampai antre,” kenangnya.

Meski begitu, masih ada saja pembeli yang mencari buku di sana. Johan, 73, pria asal Banjarmasin, selalu ke kios buku Terminal Senen saat berkunjung ke Jakarta. “Lagi nyari buku tentang kombucha, teh seribu khasiat. Di sini bukunya lebih murah,” ungkap Johan. 

Para pedagang tak hanya diam berpangku tangan menunggu pembeli datang. Zul Basri pun kini membuka toko buku daring di salah satu situs e-commerce. “Anak saya yang ngurusin, jual di Bukalapak. Lumayanlah pembelinya,” tuturnya. 
Pun hal itu tak serta merta membuat mereka berniat menutup toko. Mereka bertahan di kios yang dipenuhi tumpukan buku. (Tri/H-3)

BERITA TERKAIT