29 September 2019, 22:20 WIB

Trump Minta Dukungan Rakyat


Melalusa Susthira K | Internasional

AFP
 AFP
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menjadi target penyelidikan pemakzulan atas dugaan penyalahgunaan kekuasaan. Trump memperingatkan para pendukungnya bahwa negara sedang di pertaruhkan dan ini belum pernah terjadi sebelum nya.
 
Pernyataan Trump lewat pesan video di akun Twitternya itu menggarisbawahi bahwa ada tekanan ke pada Gedung Putih. Tekanan agresif dari anggota parlemen Partai Demokrat itu menuntut penyelidikan atas tuduhan bahwa Trump berusaha memeras Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yakni memberi info negatif atas Joe Biden, yang merupakan salah satu pesaingnya pada Pemilu 2020 mendatang.

Dalam video itu, Trump mengatakan bahwa hak-hak warga Amerika sedang terancam oleh Demokrat.

“Demokrat ingin mengambil senjata Anda. Mereka ingin mengambil pelayanan kesehatan Anda. Mereka ingin mengambil suara Anda. Mereka pun ingin mengambil ke bebasan Anda,” ujar Trump, Sabtu (28/9) waktu setempat.

“Kita tidak akan pernah membiarkan ini terjadi karena negara kita dipertaruhkan dan ini belum pernah terjadi sebelumnya. Semuanya sangat sederhana. Mereka berusaha menghentikanku karena aku berjuang untukmu dan aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi,” tambahnya.

Dalam cicitan berikutnya, Trump kembali mengulangi tuduhannya bahwa penyelidikan pemakzulannya adalah witch hunt (perburuan penyihir). Dia juga menyebut anggota parlemen Demokrat yang memimpin penyelidikan pemakzulan, Adam Schiff, telah memfitnahnya. Trump pun mendesaknya untuk mengundurkan diri dari Kongres.

Presiden kemudian me-retweet lebih dari selusin klip video politisi Republik dan sekutu media yang mempertahankan perilakunya dalam skandal Ukraina dan mengkritik Demokrat.


Menyerang Joe Biden

Pernyataan Trump memuncak dengan me-retweet iklan Trump yang disetujui yang menyerang perilaku Biden dan putranya, Hunter, yang bertugas di dewan perusahaan gas Ukraina sementara ayahnya ialah wakil presiden.

“Ketika Presiden Trump meminta Ukraina untuk menyelidiki korupsi, Demokrat ingin memakzulkannya dan anjing piaraan media mereka sejalan,” kata narator iklan itu. “Mereka kalah dalam pemilihan. Sekarang mereka ingin mencuri yang ini.”

Hunter Biden belum resmi dituduh melakukan kesalahan dan dengan segala pertimbangan Joe Biden meminta pemberhentian jaksa karena AS, negara-negara Eropa Barat, dan IMF percaya ia tidak korupsi.

Komite Kongres yang menyelidiki pemakzulan telah memerintahkan Menteri Luar Negeri Mike Pom peo menyerahkan dokumen terkait Ukraina dan akan melakukan wawancara minggu depan dengan lima pejabat Deplu AS.

Mantan Dubes AS untuk Ukraina, Marie Yovanovitch, yang dilaporkan Trump dikeluarkan awal tahun ini karena menentang upayanya menekan Ukraina menyelidiki Biden akan menjalani wawancara.

Selain Marie, pejabat Departemen Luar Negeri AS lain nya yang akan diwawancara ialah Utusan Khusus AS untuk Ukraina Kurt Volker yang telah mengundurkan diri, Wakil Asisten Sekretaris George Kent, penasihat Departemen Luar Negeri AS T Ulrich Brechbuhl, dan Duta Besar AS untuk Uni Eropa Gordon Sondland. (CNA/AFP/I-1)

BERITA TERKAIT