29 September 2019, 20:13 WIB

Rumah Dosen IPB Dipasang Garis Polisi


Dede Susianti | Megapolitan

MI/ Dede Susianti
 MI/ Dede Susianti
Rumah AB, dosen IPB yang digeledah polisi

RUMAH AB, dosen Institut Pertanian Bogor digeledah Jatanras Krimum Polda Metro Jaya dan Densus 88, Sabtu (28/9). Rumah beralamat di Pakuan Regency Linngabuana X G. VI/1, RT 003 /RW 007, Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, sudah dipasang garis polisi.


Berdasarkan nformasi yang diperoleh Media Indonesia, AB ditangkap di Jl Maulana Hasanudin, Kecamatan Cipondoh,Tangerang Kota. Saat itu dia baru keluar dari rumah purnawiraan TNI berpangkat Laksamana Muda yang berinisial SS, di Perumahan Taman Royal 2, JL Hasyim Asyari, Tanggerang.

AB diduga terlibat dalam merencanakan kerusuhan di Aksi Mujahid 212 dengan menggunakan bahan peledak. Bahkan diduga AB berperan menjadi aktor intelektual atau yang menyuruh membuat bahan peledak jenis bom sejenis bom molotov.

Bom-bom tersebut di dimpan di rumahnya. Barang bukti yang diamankan sebanyak 29 bom molotov, handphone Xiaomi S3, KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan dompet.

Jaenudin, salah satu petugas keamanan/ satpam yang berjaga di Blok Linggabuana, mengatakan sejak kemarin, rumah AB didatangi anggota TNI dan polisi.

"Kemarin ada anggota TNI dan anggota polisi lihat rumahnya,"kata Jaenudin saat mendampingi Media Indonesia ke rumah AB, Minggu (29/9).

Jaenudin  mengaku sudah tiga hari tidak melihat AB. Begitu pun pada saat penangkapan, Jaenudin tengah lepas piket/tidak berjaga.

"Saya gak tahu pas katanya ditangkap. Saya piket jam 11 malam,"katanya.

 

Baca juga: Densus Tangkap Dosen dan Purnawirawan TNI Pemilik Molotov

 

Di rumah itu, sambung Jaenudin, AB hanya tinggal berdua dengan isterinya. Anak-anaknya sudah pisah rumah. Rumah AB, katanya, sering kedatangan tamu yang mayoritas mahasiswa.

Ia mengaku mengenal AB sebagai sosok baik. AB dianggapnya memiliki jiwa sosial bagus.

"Jiwa sosial bagus. Baik suka ngasih makan naai bungkus ke satpam,"pungkasnya.

Pantauan Media Indonesia, rumah AB yang cukup besar itu kosong atau tidak ada penghuni. Hanya ada satu mobil, satu motor dan sepeda yang terparkir. Di salah satu bagian atau tepatnya di pintu samping terpasang garis polisi.

Sementara itu, pihak IPB belum memberikan keterangan resmi. Rektor IPB University Arif Satria saat dikonfirmasi menyatakan masih akan mengkroscek tentang informasi terkait salah satu dosennya itu.

" Mbak mohon ditunggu ya. Kami lagi gali info tentang hal tersebut. Nanti bisa hubungi Bu Yatri kepala Biro Komunikasi,"kata Rektor Arif melalui pesan singkat WhatsApp. (OL-8)

BERITA TERKAIT